bukan meniru tapi menurun itulah yang kudapati dari sorang rocker man (bapa aku).
Puisi pertama by me
Mengalir dalam lantunan melodi
Syair demi syair hanya ku simpan dalam tepar
Dia sahabatku
Teman sepergaulanku
Terkadang aku merasa tidak nyaman
Dia yang sangat dekat, aku yang sering menjauh
Seiring berjalannya waktu
Membuat banyak luka yang mengatakan
Begitu banyak cerita tentang kita
Tapi tak seindah apa yang kalian lihat
Ingin kulukiskan memori yang indah
Berpergian bersamamu sampai ku lupa dimana tempat tinggalku
Untukmu
Kasih yang tiada tara
Puisi kedua by me
Ketika pelangi tak sesuai hati
Perasaan merengek kesakitan tiada henti
Entah sampaikah kaki menginjak daratan bumi
Keharmonisan indah yang sekarang kucari
Entah mengapa hati ini ingin melebur mengeluarkan isinya
Seperti tak kuat untuk memuatnya dalam-dalam
Mencari solusi, tapi ntah tak bisa menggapainya
Tak sanggup rasanya, ingin ku jungkir balik kehidupan ini
Dengan mata telanjang, ku melihat ke dunia
Melihat keistimewaannya kebesaman
Layaknya harta karun yang dijaga seutuhnya
Menjadi patung itulah yang ku rasakan sekarang
Hendak berbuat sesuatu, gelombang bergemuruh
Seakan tak mengizinkanku untuk menyelamatkannya
Ketika perlahan-lahan kepercayaan mulai hilang
Bingung untuk mengekspresikannya sekarang ini
Tekadku tetap berdiri, tak goyah dilanda ombak yang deras
Kewajibanku menyemangatinya dari luar hingga dalam
Dan semua itu akan tetap ada dan tak pernah melayang hilang ntah kemanapun kita terbang
Puisi ketiga by me
Ombak deras menyerang lautan
Kerinduanku yang amaat sangat besar
Membuatku berfikir akan terus bersedih
Berpura-pura ceria dibalik topeng,itulah yang kulakukan
Tak sadarkah engkau
Aku ingin kau kembali
Ku panjatkan doa disepertiga malamku meminta agar sepenuhnya kau kembali
Tanpa ada satu kekeliruan
Puisi keempat by me
Bumi bergejolak
Langit mengisi hatiku
Aku gembira
Aku bahagia
Melihatmu begitu ceria dengan senyum manismu
Detik demi detik, menit demi menit ku tatap wajahmu hingga membuatku tak sadar diri
Ketika kau tak ada, aku selalu menyelinap dan mencari keberadaanmu
Terkadang, itu membuatku terlalu egois
Cara ini memang salah
Aku ingin menghentikannya
Ingin melupakannya, tapi...
Dia selalu melesat dibayangan dan mimpiku
Membuatku selalu ingin dekat dengannya
Padahal kutahu itu adalah syaitan yang menggangguku
Membuatku hanya memikirkan dunia
Yang dapat membuatku terlena hingga membuat Mu murka
Bonus puisi karya bapake nih
Ditengah sinar rembulan
Kau peluk diriku mesra sekali
Lalu kau bisikkan di telingaku
Tentang janji setiamu
Ingin memikat diriku
Dibawah bulan dan bintang yang menjadi saksi bisu kita
Oh.. kita kan menjalin cinta abadi
Yang penuh ketulusan hati
Kita kan bina tali asmara yang penuh kebahagiaan
Puisi kedua kartya bapake
Malam tak berbintang penuh dengan awan hitam
Angin malam membuatku tambah resah
Aku salah seorang yang tersingkir
Dari ganas dan raskusnya serigala
Tlah kucoba melawan mereka
Tapi aku tak berdaya
Aku resah.....dia terus mendesis
Aku resah.....dia terus mengkusut
Dimana harga diriku
Mana rasa ibamu ..... ok.. bohong
Memang yang kau ucapkan adalah janji
Tapi bibir mereka adalah pendusta
Salam merdeka🙋
See you soon for the next surprize!😉