Sabtu, 02 April 2022

Pembentukkan dan Implementasi ISO 14000

 

Strategi Pelayanan

(Manajemen Layanan Sistem Informasi)

Pembentukkan dan Implementasi ISO 14000




 Nama

Ayu Rizqy Utami (10120213)

Kelas: 2KA21

Dosen Pengampu : Ibu Irawaty

 

                                 Jurusan Sistem Informasi     

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma

2022


 

Kata Pengantar

 

      Puji syukur yang kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil makalah manajemen layanan sistem informasi dengan tema yang sudah diberikan yaitu Strategi Pelayanan. Disini setelah diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Pembentukkan dan Implementasi ISO 14000.

     Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para pembaca yang masih awam tentang bioskop diharapkan bisa terbantu dalam mengetahui pelayanan apa saja yang disuguhkan oleh pihak bioskop demi tercapainya kepuasaan.

     Tepat disini, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.

     Jikalau adanya keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan manfaat.

 

 

Bekasi, 02 April 2022

 

 

Ayu Rizqy Utami

 

 

 

Daftar Isi

 

 

Kata Pengantar. i

Daftar Isi ii

Bab I. 1

A.     Latar Belakang. 1

B.     Tujuan. 1

C.     Batasan Masalah. 1

Bab II. 2

2.1 Sejarah ISO 14000. 2

2.2  Alasan-alasan Penerapan ISO 14000. 3

a.      Siapa yang dapat dan perlu menerapkan standar ISO 14000 tersebut?. 3

2.3 Standar ISO 14000. 3

a.      Isu-penting yang dihadapi dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkunga (SML). 4

2.4 Manfaaat, Tujuan, dan Keuntungan ISO 14000. 4

a.     Manfaat Penerapan standar ISO 14000 berpotensi untuk, antara lain. 4

b.      Tujuan yang dimiliki ISO 14000 : 5

c.      Keuntungan dari ISO 14000. 5

2.5 Implementasi dalam penerapan ISO 14000. 5

2.6 Kendala dalam Penerapan ISO 14000. 6

Bab III. 7

A.     Kesimpulan. 7

B.     Saran. 7

Daftar Pustaka. 8

Referensi 8

 

 

                                                                                                                

 

                                                                            Bab I

Pendahuluan

 

A.   Latar Belakang

         ISO atau International Organization for Standardization mulai dikenal setelah perang dunia

ke-2. Organisasi ini adalah organisasi nonpemerintah atau NGO yang berpusat di Jenewa, Swiss.

Anggotanya saat ini lebih dari 100 lembaga dan negara, termasuk di dalamnya Indonesia.

ISO sendiri bukanlah akronim, tetapi diambil dari bahasa latin yang berarti sama. Sesuai namanya,

organisasi ini didirikan untuk mengupayakan standardisasi yang sama dalam tingkat internasional. Mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan standar untuk berbagai industri yang mempromosikan kualitas, keamanan, dan efisiensi. Kegiatan pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional.

        Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG). Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.  ISO memiliki beberapa jenis yang sudah digunakan oleh banyak produk di Indonesia. Salah satunya ISO 14000 adalah kumpulan standar dalam bidang lingkungan hidup. Standar-standar ISO 14000 terkait dengan cara sebuah perusahaan mencegah kerusakan lingkungan seminimal mungkin akibat aktivitasnya. Perusahaan juga berkewajiban memantau dan meningkatkan aktivitas kerja lingkungannya. ISO 14000 yang menitikberatkan pada manajemen lingkungan diterapkan secara sukarela oleh perusahaan. ISO 1400 diperkenalkan kepada khalayak di awal tahun 90-an dan termasuk ke dalam aspek pengelolaan mutu, bukan hanya aspek teknis atau ekonomis saja.

 

B.   Tujuan

 

1.      Menjelaskan tentang sejarah ISO 14000

2.      Mengidentifikasi suatu bentuk implementasi ISO 14000

3.      Memaparkan aspek-aspek manfaat, keuntungan, dan manfaa

 

C.   Batasan Masalah

 

Agar penelitian didalam makalah ini bisa lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang hal yang mengarah ke ISO 14000.

 

 

 

 

 

 

Bab II

Pembahasan

 

2.1 Sejarah ISO 14000

      Standarisasi secara luas diseluruh dunia mulai berlangsung dengan pesat, masih terlepas dari pengelolaan lingkungan. Baru pada awal tahun 1990-an gerakan manajemen lingkungan dan standarisasi menyatukan pendapat yang merupakan hasil kerja keras dari banyak organisasi dan bahan standarisasi nasional dari berbagai negara di dunia. Keadaaan inilah yang mendorong organisasi dunia dibidang standarisasi yaitu ISO (International Organization For Standardization), pada tanggal 16 Agustus 1991 membentuk SAGE (Strategic Advisory Group and Anvironment).       Kelompok ini bertugas meneliti kebutuhan dan kemungkinan untuk mengembangkan standar-standar di bidang lingkungan dan bekerja sampai terbentuk suatu badan atau panitia teknik yang mempunyai kewenangan untuk merumuskan standar. Hasil kerja SAGE antara lain saran-saran tentang manajemen lingkungan untuk persiapan UNCED (United Nation Conference on the Environment and Development).

       Pada bulan januari 1992. Kemudian pada bulan januari 1993 ISO mulai mengembangkan suatu standar internasional untuk pengelolaan lingkungan yang disebut ISO 14000 dengan membentuk Technical Committee (TC) 207 yang diselenggarakan di Toronto (Hanoum, 2000). ISO seri 14000 muncul terutama sebagai akibat dari putaran Uruguay negosiasi GATT dan KTT Rio tentang Lingkungan Hidup yang diselenggarakan pada tahun 1992. Sementara GATT berkonsentrasi pada kebutuhan untuk mengurangi hambatan non-tarif untuk perdagangan, KTT Rio dihasilkan komitmen untuk perlindungan lingkungan di seluruh dunia. Bidang lingkungan hidup telah melihat pertumbuhan yang stabil standar nasional dan regional. British Standards Institution telah BS 7750 , Standar Kanada Asosiasi memiliki manajemen lingkungan, audit, eco-labeling dan standar lainnya, Uni Eropa memiliki semua ini ditambah eko-manajemen dan audit peraturan , dan banyak negara lain (misalnya Amerika Serikat, Jerman dan Jepang) telah memperkenalkan program eko-label.

Pada tahun 1992, rekomendasi SAGE telah menciptakan sebuah komite baru, TC 207, untuk standar manajemen lingkungan internasional. Komite, dan sub-komite termasuk perwakilan dari industri, organisasi standar, pemerintah dan organisasi lingkungan dari berbagai negara. Seri baru ISO14000 standar ini dirancang untuk menutupi:

Ø  Sistem manajemen lingkungan

Ø  Audit lingkungan

Ø  Valuasi kinerja lingkungan

Ø  Pelabelan lingkungan

Ø  Siklus-hidup penilaian

Ø  Aspek lingkungan dalam standar produk

 

 2.2  Alasan-alasan Penerapan ISO 14000

             Satu set standar internasional membawa fokus seluruh dunia untuk lingkungan, mendorong dunia yang lebih bersih, lebih sehat bagi kita semua. Keberadaan standar memungkinkan organisasi untuk memfokuskan upaya lingkungan terhadap suatu kriteria yang diterima secara internasional.  Saat ini banyak negara dan pengelompokan regional yang menghasilkan kebutuhan mereka sendiri untuk masalah environmentla, dan ini bervariasi antara kelompok. Sebuah standar tunggal akan memastikan bahwa tidak ada konflik antara penafsiran regional pactice lingkungan yang baik.  Fakta bahwa perusahaan mungkin perlu sertifikasi pengelolaan lingkungan untuk bersaing di pasar global dengan mudah bisa menaungi semua alasan etis untuk pengelolaan lingkungan. Di Eropa, banyak organisasi memperoleh ISO9000 Pendaftaran terutama untuk memenuhi tuntutan pertumbuhan dari pelanggan. ISO 9000 pendaftaran kualitas telah menjadi perlu untuk melakukan bisnis di banyak bidang perdagangan. Demikian pula, ISO 14000 manajemen sistem pendaftaran dapat menjadi kebutuhan utama untuk melakukan bisnis di banyak daerah atau industri.

           Standar ini berlaku untuk semua jenis dan ukuran organisasi dan dirancang untuk mencakup kondisi geografis, budaya dan sosial yang beragam. Untuk ISO14001, kecuali untuk melakukan perbaikan terus-menerus dan mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, standar tidak menetapkan persyaratan yang mutlak untuk kinerja lingkungan. Banyak organisasi, terlibat dalam kegiatan serupa, mungkin sangat berbeda sistem manajemen lingkungan dan kinerja, dan semua bisa sesuai dengan ISO 14001. Hal ini terutama bagi perusahaan untuk memutuskan, dan dengan jelas mendokumentasikan tingkat cakupan. Namun, membatasi cakupan untuk kecil [tidak penting] daerah dapat memberikan peserta dengan kesempatan pemasaran yang ideal!.
Tidak tampak menjadi batas cakupan sistem manajemen lingkungan yang dapat meliputi produk organisasi, jasa, kegiatan, operasi, fasilitas, transportasi, dll
Dari sudut pandang yang sedikit berbeda, semua elemen dalam kalimat sebelumnya harus dipertimbangkan untuk dampak lingkungan yang dihasilkan dari praktek saat ini, praktek-praktek masa lalu dan praktek masa depan, ...... dan lebih lanjut harus ditinjau untuk dampak mereka di bawah normal, abnormal dan kondisi darurat.

a.       Siapa yang dapat dan perlu menerapkan standar ISO 14000 tersebut?

          Semua organisasi dari beragam jenis kegiatan, beragam ukuran, berbeda lokasi, pada prinsipnya dapat menerapkan standar ISO 14000, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Beberapa pihak organisasi perlu dan berkepentingan untuk menunjukkan kepada pihak lain (mitra usaha, konsumen, masyarakat, investor,dll) bahwa kegiatan pengelolaan lingkungan organisasi yang bersangkutan. mengikuti standar yang diakui secara internasional, seperti ISO 14000.

       Faktor pendorong utama dalam penerapan standar ISO 14000 di seluruh dunia adalah semakin meningkatnya kepedulian berbagai pihak terhadap pentingnya upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup. Di satu sisi, pihak organisasi ybs dapat secara proaktif menerapkan standar ISO 14000 untuk meningkatkan citra organisasi dan meningkatkan daya saingnya, sementara di sisi lain banyak organisasi lain merasa perlu menerapkan standar ISO 14000 untuk mengantisipasi permintaan konsumen dan mitra usaha.

 

2.3 Standar ISO 14000

      Sebenarnya standar dasar dalam seri ISO 14000 adalah ISO 14001. Untuk memenuhi kesesuaiannya terhadap ISO 14000, suatu organisasi cukup memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 14001 (sistem manajemen lingkungan spesifikasi dengan pedoman untuk penggunaan). Standar ISO 14001 berisi (1)pengantar (2) ruang lingkup (3) acuan (4) sistem manajemen lingkungan. Standar manajemen lingkungan, ISO 14001, dirancang khusus sedemikian rupa sehingga memungkinkan sesuatu organisasi untuk menerapkan kebijakan lingkungan, mengidentifikasi aspek-aspek lingkungan sekaligus pengaruh- pengaruh yang berkenaan dengan aspek-aspek tersebut, mempersiapkan pemenuhan persyaratan hukum dan peraturan, mengidentifikasi prioritas-prioritas juga menentukan sasaran dan tujuan yang tetap, membangun struktur untuk penerapan kebijakan dan program serta memudahkan kontrol terhadap sistem manajemen lingkungan untuk menjamin kemajuan yang terus-menerus (Jasch, 1997 dalam Hanoum, 2000) .

a.       Isu-penting yang dihadapi dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkunga (SML)

Standar ISO 14001 adalah satu-satunya standar dalam ISO seri 14000 yang dapat dijadikan persyaratan sertifikasi, namun penerapan standar ISO 14001 tidak secara otomatis harus mendapatkan sertifikasi. Standar ISO 14001 memuat komponen dan proses berjalannya sistem manajemen terhadap aspek lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa suatu organisasi. Suatu organisasi yang menerapkan SML mengikuti standar ISO 14001 dapat mengajukan permohonan sertifikasi ISO 14001 kepada Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi. Lembaga Sertifikasi selanjutnya akan mengevaluasi kesesuaian SML organisasi yang bersangkutan dengan standar ISO 14001 dan juga efektivitas SML tersebut.

Banyak pihak mempunyai persepsi yang kurang tepat terhadap SML dan sertifikasinya,
a.l. sbb:

  1. Standar SML menggunakan pendekatan proses perbaikan secara sistematis dan berkelanjutan. Standar tersebut tidak memuat tingkat kinerja lingkungan tertentu. Oleh karena itu, sertifikasi ISO 14001 tidak senantiasa bermakna bahwa kinerja lingkungan organisasi yang bersangkutan. lebih baik daripada organisasi lain yang tidak mempunyai sertifikat ISO 14001.
  2. Sertifikasi ISO 14001 tidak diberikan oleh pihak Pemerintah, tetapi oleh Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi yang berwenang, mengikuti aturan main yang disepakati secara internasional. Oleh karena itu, Lembaga Sertifikasi-lah yang bertanggungjawab langsung menjamin ketepatan pemberian sertifikat ISO 14001.
  3. Apabila ada situasi ketidaktaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan, sertifikat ISO 14001 tidak secara otomatis dicabut oleh Lembaga Sertifikasi yang memberikan. Namun, berdasarkan SML organisasi yang bersangkutan. harus segera melakukan tindakan perbaikan dan mencegah terulangnya ketidaktaatan tersebut. Lembaga Sertifikasi akan mengevaluasi efektivitas proses perbaikan tersebut.
  4. Perolehan sertifikat ISO 14001 bukan merupakan tujuan akhir penerapan SML, namun merupakan salah satu tahap awal dalam mewujudkan proses perbaikan secara sistematis dan berkelanjutan. Organisasi yang menerapkan SML tanpa sertifikasi pun dapat juga mewujudkan proses yang sama.

 

2.4 Manfaaat, Tujuan, dan Keuntungan ISO 14000

  a. Manfaat Penerapan standar ISO 14000 berpotensi untuk, antara lain

Ø  Meningkatkan citra organisasi

Ø  Meningkatkan kinerja lingkungan organisasi

Ø  Meningkatkan penaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan

Ø  Mengurangi resiko usaha

Ø  Meningkatkan efisiensi kegiatan

Ø  Meningkatkan daya saing

Ø  Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak

Ø  berkepentingan

Ø  Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan,

Ø  pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)

 

b.      Tujuan yang dimiliki ISO 14000 :

Ø  Memberikan dorongan upaya dan melakukan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan yang pengelolaannya disamakan hingga tingkat global.

Ø  Melakukan peningkatan kemampuan sebuah organisasi agar mampu memperbaiki kualitas sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Ø  Memberikan fasilitas dan kemampuan dalam kegiatan ekonomi dan industri agar tidak mengalami hambatan dalam berusaha.

 

c.       Keuntungan dari ISO 14000

1.      Perlindungan Lingkungan

·         Mengurangi/meminimalisasi limbah

·         Optimalisasi penggunaan sumber-sumber alam

·         Membantu mengatasi isu-isu lingkungan global

2.      Dasar Persaingan Yang Setara ISO-14000 akan mengurangi sekecil mungkin timbulnya perbedaanperbedaan pembiayaan lingkungan oleh sebab perbedaan sistem/geografi.

3.      Keseuaian Terhadap Peraturan-peraturan Yang Ada Dengan menggunakan Sertifikat ISO-14000 dalam pengelolaan lingkungan terbuka kesempatan kemampu telusuran dan kesesuaian dokumen-dokumen dalam mendukung peraturan yang ada.

4.      Terbentuknya Sistem Manajemen Yang Efektif Dengan adanya bermacam-macam tuntutan terhadap perusahaan tentang pengelolaan lingkungan hidup, sistem manajemen lingkungan akan membuat pengelolaan lebih efektif dan mampu berkiprah dalam dunia percaturan Internasional

·         Memiliki Kekuatan Pasar

·         Mampu memasuki pasar dengan produk ramah lingkungan

·         Meningkatkan peran pasar (Market Share)

·         Memenuhi persyaratan pelanggan

·         Membuka peluang investasi

 

 

2.5 Implementasi dalam penerapan ISO 14000

        Perkembangan yang cepat dari ISO-14000 Seri berdampak besar pada kalangan pemerintah dan dunia usaha/industri karena penerapan standart tersebut akan mempengaruhi kompetisi perdangan di pasar Internasional. Perkembangan kegiatan pengawasan lingkungan ditingkat Internasional akan berdampak pada program-program tingakat Nasional. Justru karena itu penerapan ISO-14000 Seri bukanlah impian yang tidak dapat diwujudkan, tetapi hal itu dapat dan harus diwujudkan oleh seluruh industri dengan melibatkan semua pihak yang terikat dan manajemen yang rapi dengan dibantu oleh Bapedal guna menghadapi dan menerima transisi ini.

        Untuk membentuk SML berdasarkan standar ISO 14001, suatu perusahaan perlu melakukan beberapa persiapan awal seperti membentuk komite pengarah yang berfungsi memberikan arahan terutama untuk aspek manajerial dan keuangan. Setelah itu ditunjuk personil tim teknis untuk pengelolaan lingkungan 27 yang bertugas mengembangkan sistem manajemen lingkungan sesuai kebutuhan unit kerja yang relevan. Pembentukan SML diantaranya melalui tahap-tahap :

 

a)      Identifikasi persyaratan-persyaratan yang mengikat perusahaan

b)      Identifikasi kegiatan, produk dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan sekaligus dampaknya terhadap lingkungan

c)      Evaluasi bobot dari setiap dampak lingkungan guna mendapatkan prioritas untuk manajemen lingkungan

d)      Pengkajian besarnya penyimpanan yang terjadi antara praktek yang selama ini dijalankan terhadap kriteria persyaratan yang relevan

e)      Penyusunan kebijaksanaan lingkungan yang harus berisi komitmen untuk mematuhi persyaratan hukum dan persyaratan lainnya, komitmen untuk pencegahan pencemaran, dan  komitmen untuk melakukan penyempurnaan berkelanjutan.

f)       Penyusunan tujuan dan sasaran serta program manajemen lingkungan yang sesuai dan sejalan dengan kebijakan lingkungan.

g)      Penyusunan prosedur-prosedur yang diperlukan termasuk prosedur operasional dan pemeliharaan.

h)      Pengkomunikasian persyaratan-persyaratan SML diantara unit-unit kerja yang relevan didalam perusahaan (Rothery, 1993 dalam Prayudhi, 2009).

2.6 Kendala dalam Penerapan ISO 14000

Kendala yang ada dalam penerapan ISO 14000 adalah sebagai berikut:

1.      Program sebaik apapun tidak akan berhasil secara baik apabila tidak karyawan tidak mengetahui SML yang diterapkan oleh perusahaan. Sehingga diperlukan pendidikan dan latihan bagi mereka. 29

2.      SML juga merupakan komitmen pentaatan perusahaan terhadap perundangan yang berlaku, sehingga mutlak diperlukan pengetahuan mengenai perundang-undangan bagi perusahaan yang menerapkan ISO 14000.

3.      Khusus di Indonesia permasalah yang menjadi kendala dalam penerapan SML adalah :

-          Kurangnya informasi mengenai standar ISO 14000

-          Kurangnya SDM yang memahami dan dapat menerapkan standar ISO 14000

Kurangnya sumberdaya keuangan untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan menerapkan SML

Masih ada anggapan bahwa mengelola lingkungan hanya pemborosan dan pengeluaran  

ekstra belaka.

 

 

 

Bab III

Penutup

 

A.    Kesimpulan

 

     ISO 14000 adalah standar sistem pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan pada bisnis apa pun, terlepas dari ukuran, lokasi atau pendapatan. Tujuan dari standar adalah untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh bisnis dan untuk mengurangi polusi dan limbah yang dihasilkan oleh bisnis. Versi terbaru ISO 14000 dirilis pada tahun 2004 oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) yang memiliki komite perwakilan dari seluruh dunia. ISO-14000 memiliki beberapa seri, yaitu :

a.         ISO 14001                   : Sistem Manajemen Lingkungan

b.         ISO 14010 – 14015    : Audit Lingkungan

c.         ISO 14020 – 14024     : Label Lingkungan

d.         ISO 14031                  : Evaluasi Kinerja Lingkungan

e.         ISO 14040 – 14044     : Assessment/Analisa Berkelanjutan

f.         ISO 14060                   : Aspek Lingkungan dari Produk

 

.

 

 

B.     Saran

               Jika pengusaha ingin survive dan sukses dalam kompetisi di pasar global dan memperoleh   

       citra baik dari konsumen, tidak ada jalan lain kecuali mengkaji/ meninjau ulang visi, orientasi dan 

       strategi kebijakan pengelolaan lingkungannya.  Sistem manajemen Lingkungan Standar ISO 

       Seri 14000 merupakan alternatif terbaik hingga saat ini untuk diterapkan oleh para pengusaha

       industri karena telah mendapat pengakuan dan pengesahan dari masyarakat Internasional.   

       Dalam upaya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Standar ISO Seri 14000, langkah

       pertama yang harus dijalankan adalah melakukan Audit Lingkungan, yang dalam pelaksanaannya 

       dapat diserahkan kepada pihak lain.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Referensi

 

https://environment-indonesia.com/kupas-tuntas-iso-14000/

https://mutuinstitute.com/post/apa-itu-iso-14000/#:~:text=Penerapan%20ISO%2014000%20biasanya%20diterapkan,pabrik%20dapat%20menghasilkan%20polusi%20udara

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3086/1/armin%20manninring.pdf

https://www.academia.edu/11163863/Makalah_ISO_14000_BAB_I_PENDAHULUAN_1_1_Sejarah_ISO_14000