Strategi Pelayanan
(Manajemen Layanan Sistem
Informasi)
Pembentukkan dan Implementasi ISO
14000
Nama
Ayu Rizqy Utami (10120213)
Kelas:
2KA21
Dosen
Pengampu : Ibu Irawaty
Jurusan Sistem
Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
Informasi
Universitas Gunadarma
2022
Kata Pengantar
Puji syukur yang
kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan
hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil
makalah manajemen layanan sistem informasi dengan tema yang sudah diberikan
yaitu Strategi
Pelayanan. Disini setelah
diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Pembentukkan
dan Implementasi ISO 14000.
Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para
pembaca yang masih awam tentang bioskop diharapkan bisa terbantu dalam
mengetahui pelayanan apa saja yang disuguhkan oleh pihak bioskop demi
tercapainya kepuasaan.
Tepat disini,
kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen
layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.
Jikalau adanya
keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran
yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat
kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt
memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan
manfaat.
Bekasi, 02 April 2022
Ayu Rizqy Utami
Daftar Isi
2.2 Alasan-alasan Penerapan ISO 14000
a. Siapa yang dapat dan perlu menerapkan standar ISO 14000 tersebut?
a. Isu-penting yang dihadapi dalam
penerapan Sistem Manajemen Lingkunga (SML)
2.4
Manfaaat, Tujuan, dan Keuntungan ISO 14000
a. Manfaat Penerapan standar ISO 14000
berpotensi untuk, antara lain
b. Tujuan yang dimiliki ISO 14000 :
2.5 Implementasi dalam penerapan ISO 14000
2.6
Kendala dalam Penerapan ISO 14000
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
ISO atau International
Organization for Standardization mulai dikenal setelah perang
dunia
ke-2. Organisasi ini adalah
organisasi nonpemerintah atau NGO yang berpusat di Jenewa, Swiss.
Anggotanya saat ini lebih dari
100 lembaga dan negara, termasuk di dalamnya Indonesia.
ISO sendiri bukanlah akronim,
tetapi diambil dari bahasa latin yang berarti sama. Sesuai namanya,
organisasi
ini didirikan untuk mengupayakan standardisasi yang sama dalam tingkat
internasional. Mereka bertanggung jawab untuk mengembangkan standar untuk
berbagai industri yang mempromosikan kualitas, keamanan, dan efisiensi. Kegiatan
pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang
kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional.
Dalam menetapkan suatu standar tersebut
mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite
Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG). Peserta ISO termasuk satu
badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar. ISO
memiliki beberapa jenis yang sudah digunakan oleh banyak produk di Indonesia.
Salah satunya ISO 14000 adalah kumpulan standar dalam bidang lingkungan hidup.
Standar-standar ISO 14000 terkait dengan cara sebuah perusahaan mencegah
kerusakan lingkungan seminimal mungkin akibat aktivitasnya. Perusahaan juga
berkewajiban memantau dan meningkatkan aktivitas kerja lingkungannya. ISO 14000
yang menitikberatkan pada manajemen lingkungan diterapkan secara sukarela oleh
perusahaan. ISO 1400 diperkenalkan kepada khalayak di awal tahun 90-an dan
termasuk ke dalam aspek pengelolaan mutu, bukan hanya aspek teknis atau
ekonomis saja.
B.
Tujuan
1.
Menjelaskan
tentang sejarah ISO 14000
2.
Mengidentifikasi
suatu bentuk implementasi ISO 14000
3.
Memaparkan
aspek-aspek manfaat, keuntungan, dan manfaa
C.
Batasan Masalah
Agar penelitian didalam makalah ini bisa
lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah
dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang hal yang mengarah ke
ISO 14000.
Bab II
Pembahasan
2.1
Sejarah ISO 14000
Standarisasi secara luas diseluruh dunia
mulai berlangsung dengan pesat, masih terlepas dari pengelolaan lingkungan.
Baru pada awal tahun 1990-an gerakan manajemen lingkungan dan standarisasi
menyatukan pendapat yang merupakan hasil kerja keras dari banyak organisasi dan
bahan standarisasi nasional dari berbagai negara di dunia. Keadaaan inilah yang
mendorong organisasi dunia dibidang standarisasi yaitu ISO (International
Organization For Standardization), pada tanggal 16 Agustus 1991 membentuk SAGE
(Strategic Advisory Group and Anvironment). Kelompok ini bertugas meneliti kebutuhan
dan kemungkinan untuk mengembangkan standar-standar di bidang lingkungan dan
bekerja sampai terbentuk suatu badan atau panitia teknik yang mempunyai
kewenangan untuk merumuskan standar. Hasil kerja SAGE antara lain saran-saran
tentang manajemen lingkungan untuk persiapan UNCED (United Nation Conference on
the Environment and Development).
Pada bulan januari 1992. Kemudian pada
bulan januari 1993 ISO mulai mengembangkan suatu standar internasional untuk
pengelolaan lingkungan yang disebut ISO 14000 dengan membentuk Technical
Committee (TC) 207 yang diselenggarakan di Toronto (Hanoum, 2000). ISO seri
14000 muncul terutama sebagai akibat dari putaran Uruguay negosiasi GATT dan
KTT Rio tentang Lingkungan Hidup yang diselenggarakan pada tahun 1992.
Sementara GATT berkonsentrasi pada kebutuhan untuk mengurangi hambatan non-tarif
untuk perdagangan, KTT Rio dihasilkan komitmen untuk perlindungan lingkungan di
seluruh dunia. Bidang lingkungan hidup telah melihat pertumbuhan yang stabil
standar nasional dan regional. British Standards Institution telah BS 7750 ,
Standar Kanada Asosiasi memiliki manajemen lingkungan, audit, eco-labeling dan
standar lainnya, Uni Eropa memiliki semua ini ditambah eko-manajemen dan audit
peraturan , dan banyak negara lain (misalnya Amerika Serikat, Jerman dan Jepang)
telah memperkenalkan program eko-label.
Pada tahun 1992, rekomendasi SAGE telah menciptakan sebuah komite baru,
TC 207, untuk standar manajemen lingkungan internasional. Komite, dan
sub-komite termasuk perwakilan dari industri, organisasi standar, pemerintah
dan organisasi lingkungan dari berbagai negara. Seri baru ISO14000 standar ini
dirancang untuk menutupi:
Ø
Sistem manajemen lingkungan
Ø
Audit lingkungan
Ø
Valuasi kinerja lingkungan
Ø
Pelabelan lingkungan
Ø
Siklus-hidup penilaian
Ø
Aspek lingkungan dalam standar produk
Satu
set standar internasional membawa fokus seluruh dunia untuk lingkungan,
mendorong dunia yang lebih bersih, lebih sehat bagi kita semua. Keberadaan
standar memungkinkan organisasi untuk memfokuskan upaya lingkungan terhadap
suatu kriteria yang diterima secara internasional. Saat ini banyak negara dan pengelompokan
regional yang menghasilkan kebutuhan mereka sendiri untuk masalah
environmentla, dan ini bervariasi antara kelompok. Sebuah standar tunggal akan
memastikan bahwa tidak ada konflik antara penafsiran regional pactice lingkungan
yang baik. Fakta bahwa perusahaan
mungkin perlu sertifikasi pengelolaan lingkungan untuk bersaing di pasar global
dengan mudah bisa menaungi semua alasan etis untuk pengelolaan lingkungan. Di
Eropa, banyak organisasi memperoleh ISO9000 Pendaftaran terutama untuk memenuhi
tuntutan pertumbuhan dari pelanggan. ISO 9000 pendaftaran kualitas telah
menjadi perlu untuk melakukan bisnis di banyak bidang perdagangan. Demikian
pula, ISO 14000 manajemen sistem pendaftaran dapat menjadi kebutuhan utama untuk
melakukan bisnis di banyak daerah atau industri.
Standar
ini berlaku untuk semua jenis dan ukuran organisasi dan dirancang untuk
mencakup kondisi geografis, budaya dan sosial yang beragam. Untuk ISO14001,
kecuali untuk melakukan perbaikan terus-menerus dan mematuhi undang-undang dan
peraturan yang berlaku, standar tidak menetapkan persyaratan yang mutlak untuk
kinerja lingkungan. Banyak organisasi, terlibat dalam kegiatan serupa, mungkin
sangat berbeda sistem manajemen lingkungan dan kinerja, dan semua bisa
sesuai dengan ISO 14001. Hal ini terutama bagi perusahaan untuk memutuskan,
dan dengan jelas mendokumentasikan tingkat cakupan. Namun, membatasi cakupan
untuk kecil [tidak penting] daerah dapat memberikan peserta dengan kesempatan
pemasaran yang ideal!.
Tidak tampak menjadi batas cakupan sistem manajemen lingkungan yang dapat
meliputi produk organisasi, jasa, kegiatan, operasi, fasilitas, transportasi,
dll
Dari sudut pandang yang sedikit berbeda, semua elemen dalam kalimat sebelumnya
harus dipertimbangkan untuk dampak lingkungan yang dihasilkan dari praktek saat
ini, praktek-praktek masa lalu dan praktek masa depan, ...... dan lebih lanjut
harus ditinjau untuk dampak mereka di bawah normal, abnormal dan kondisi
darurat.
a. Siapa yang dapat dan perlu menerapkan standar ISO
14000 tersebut?
Semua organisasi dari beragam
jenis kegiatan, beragam ukuran, berbeda lokasi, pada prinsipnya dapat
menerapkan standar ISO 14000, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Beberapa pihak organisasi perlu dan berkepentingan untuk menunjukkan
kepada pihak lain (mitra usaha, konsumen, masyarakat, investor,dll) bahwa
kegiatan pengelolaan lingkungan organisasi yang bersangkutan.
mengikuti standar yang diakui secara internasional, seperti ISO 14000.
Faktor pendorong utama dalam penerapan
standar ISO 14000 di seluruh dunia adalah semakin meningkatnya kepedulian
berbagai pihak terhadap pentingnya upaya pelestarian fungsi
lingkungan hidup. Di satu sisi, pihak organisasi ybs dapat secara proaktif
menerapkan standar ISO 14000 untuk meningkatkan citra organisasi dan
meningkatkan daya saingnya, sementara di sisi lain banyak organisasi lain
merasa perlu menerapkan standar ISO 14000 untuk mengantisipasi permintaan
konsumen dan mitra usaha.
2.3 Standar ISO 14000
Sebenarnya
standar dasar dalam seri ISO 14000 adalah ISO 14001. Untuk memenuhi
kesesuaiannya terhadap ISO 14000, suatu organisasi cukup memenuhi
persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 14001 (sistem manajemen
lingkungan spesifikasi dengan pedoman untuk penggunaan). Standar ISO 14001
berisi (1)pengantar (2) ruang lingkup (3) acuan (4) sistem manajemen lingkungan.
Standar manajemen lingkungan, ISO 14001, dirancang khusus sedemikian rupa
sehingga memungkinkan sesuatu organisasi untuk menerapkan kebijakan lingkungan,
mengidentifikasi aspek-aspek lingkungan sekaligus pengaruh- pengaruh yang
berkenaan dengan aspek-aspek tersebut, mempersiapkan pemenuhan persyaratan
hukum dan peraturan, mengidentifikasi prioritas-prioritas juga menentukan
sasaran dan tujuan yang tetap, membangun struktur untuk penerapan kebijakan dan
program serta memudahkan kontrol terhadap sistem manajemen lingkungan untuk
menjamin kemajuan yang terus-menerus (Jasch, 1997 dalam Hanoum, 2000) .
a.
Isu-penting yang dihadapi dalam penerapan Sistem Manajemen
Lingkunga (SML)
Standar
ISO 14001 adalah satu-satunya standar dalam ISO seri 14000 yang dapat
dijadikan persyaratan sertifikasi, namun penerapan standar ISO 14001 tidak
secara otomatis harus mendapatkan sertifikasi. Standar ISO 14001 memuat
komponen dan proses berjalannya sistem manajemen terhadap aspek
lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa suatu organisasi. Suatu
organisasi yang menerapkan SML mengikuti standar ISO 14001 dapat
mengajukan permohonan sertifikasi ISO 14001 kepada Lembaga Sertifikasi
yang terakreditasi. Lembaga Sertifikasi selanjutnya akan mengevaluasi
kesesuaian SML organisasi yang bersangkutan dengan standar ISO 14001 dan
juga efektivitas SML tersebut.
Banyak
pihak mempunyai persepsi yang kurang tepat terhadap SML dan sertifikasinya,
a.l. sbb:
- Standar SML menggunakan
pendekatan proses perbaikan secara sistematis dan berkelanjutan.
Standar tersebut tidak memuat tingkat kinerja lingkungan
tertentu. Oleh karena itu, sertifikasi ISO 14001 tidak senantiasa
bermakna bahwa kinerja lingkungan organisasi yang bersangkutan. lebih
baik daripada organisasi lain yang tidak mempunyai sertifikat ISO
14001.
- Sertifikasi ISO 14001 tidak
diberikan oleh pihak Pemerintah, tetapi oleh Lembaga Sertifikasi yang
terakreditasi oleh Badan Akreditasi yang berwenang, mengikuti aturan
main yang disepakati secara internasional. Oleh karena itu, Lembaga
Sertifikasi-lah yang bertanggungjawab langsung menjamin
ketepatan pemberian sertifikat ISO 14001.
- Apabila ada situasi
ketidaktaatan terhadap ketentuan peraturan
perundang-undangan pengelolaan lingkungan, sertifikat ISO 14001 tidak
secara otomatis dicabut oleh Lembaga Sertifikasi yang memberikan.
Namun, berdasarkan SML organisasi yang bersangkutan. harus segera
melakukan tindakan perbaikan dan mencegah terulangnya ketidaktaatan
tersebut. Lembaga Sertifikasi akan mengevaluasi efektivitas proses
perbaikan tersebut.
- Perolehan sertifikat ISO
14001 bukan merupakan tujuan akhir penerapan SML, namun merupakan
salah satu tahap awal dalam mewujudkan proses perbaikan
secara sistematis dan berkelanjutan. Organisasi yang menerapkan SML
tanpa sertifikasi pun dapat juga mewujudkan proses yang sama.
2.4 Manfaaat,
Tujuan, dan Keuntungan ISO 14000
a. Manfaat
Penerapan standar ISO 14000 berpotensi untuk, antara lain
Ø
Meningkatkan
citra organisasi
Ø
Meningkatkan
kinerja lingkungan organisasi
Ø
Meningkatkan
penaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan
Ø
Mengurangi
resiko usaha
Ø
Meningkatkan
efisiensi kegiatan
Ø
Meningkatkan
daya saing
Ø
Meningkatkan
komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak
Ø
berkepentingan
Ø
Memperbaiki
manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan,
Ø
pengukuran
dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
b.
Tujuan yang dimiliki ISO 14000 :
Ø
Memberikan
dorongan upaya dan melakukan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya alam dan
kelestarian lingkungan yang pengelolaannya disamakan hingga tingkat global.
Ø
Melakukan
peningkatan kemampuan sebuah organisasi agar mampu memperbaiki kualitas sumber
daya alam dan lingkungan hidup.
Ø
Memberikan
fasilitas dan kemampuan dalam kegiatan ekonomi dan industri agar tidak
mengalami hambatan dalam berusaha.
c. Keuntungan dari
ISO 14000
1.
Perlindungan
Lingkungan
·
Mengurangi/meminimalisasi
limbah
·
Optimalisasi
penggunaan sumber-sumber alam
·
Membantu
mengatasi isu-isu lingkungan global
2.
Dasar
Persaingan Yang Setara ISO-14000 akan mengurangi sekecil mungkin timbulnya
perbedaanperbedaan pembiayaan lingkungan oleh sebab perbedaan sistem/geografi.
3.
Keseuaian
Terhadap Peraturan-peraturan Yang Ada Dengan menggunakan Sertifikat ISO-14000
dalam pengelolaan lingkungan terbuka kesempatan kemampu telusuran dan
kesesuaian dokumen-dokumen dalam mendukung peraturan yang ada.
4.
Terbentuknya
Sistem Manajemen Yang Efektif Dengan adanya bermacam-macam tuntutan terhadap
perusahaan tentang pengelolaan lingkungan hidup, sistem manajemen lingkungan
akan membuat pengelolaan lebih efektif dan mampu berkiprah dalam dunia
percaturan Internasional
·
Memiliki
Kekuatan Pasar
·
Mampu
memasuki pasar dengan produk ramah lingkungan
·
Meningkatkan
peran pasar (Market Share)
·
Memenuhi
persyaratan pelanggan
·
Membuka
peluang investasi
2.5 Implementasi
dalam penerapan ISO 14000
Perkembangan yang cepat dari ISO-14000
Seri berdampak besar pada kalangan pemerintah dan dunia usaha/industri karena
penerapan standart tersebut akan mempengaruhi kompetisi perdangan di pasar
Internasional. Perkembangan kegiatan pengawasan lingkungan ditingkat
Internasional akan berdampak pada program-program tingakat Nasional. Justru
karena itu penerapan ISO-14000 Seri bukanlah impian yang tidak dapat
diwujudkan, tetapi hal itu dapat dan harus diwujudkan oleh seluruh industri
dengan melibatkan semua pihak yang terikat dan manajemen yang rapi dengan
dibantu oleh Bapedal guna menghadapi dan menerima transisi ini.
Untuk membentuk SML berdasarkan standar
ISO 14001, suatu perusahaan perlu melakukan beberapa persiapan awal seperti
membentuk komite pengarah yang berfungsi memberikan arahan terutama untuk aspek
manajerial dan keuangan. Setelah itu ditunjuk personil tim teknis untuk
pengelolaan lingkungan 27 yang bertugas mengembangkan sistem manajemen
lingkungan sesuai kebutuhan unit kerja yang relevan. Pembentukan SML
diantaranya melalui tahap-tahap :
a)
Identifikasi
persyaratan-persyaratan yang mengikat perusahaan
b)
Identifikasi
kegiatan, produk dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan yang dimiliki oleh
perusahaan sekaligus dampaknya terhadap lingkungan
c)
Evaluasi
bobot dari setiap dampak lingkungan guna mendapatkan prioritas untuk manajemen
lingkungan
d)
Pengkajian
besarnya penyimpanan yang terjadi antara praktek yang selama ini dijalankan
terhadap kriteria persyaratan yang relevan
e)
Penyusunan
kebijaksanaan lingkungan yang harus berisi komitmen untuk mematuhi persyaratan
hukum dan persyaratan lainnya, komitmen untuk pencegahan pencemaran, dan komitmen untuk melakukan penyempurnaan
berkelanjutan.
f)
Penyusunan
tujuan dan sasaran serta program manajemen lingkungan yang sesuai dan sejalan
dengan kebijakan lingkungan.
g)
Penyusunan
prosedur-prosedur yang diperlukan termasuk prosedur operasional dan
pemeliharaan.
h)
Pengkomunikasian
persyaratan-persyaratan SML diantara unit-unit kerja yang relevan didalam
perusahaan (Rothery, 1993 dalam Prayudhi, 2009).
2.6 Kendala
dalam Penerapan ISO 14000
Kendala
yang ada dalam penerapan ISO 14000 adalah sebagai berikut:
1.
Program
sebaik apapun tidak akan berhasil secara baik apabila tidak karyawan tidak
mengetahui SML yang diterapkan oleh perusahaan. Sehingga diperlukan pendidikan
dan latihan bagi mereka. 29
2.
SML
juga merupakan komitmen pentaatan perusahaan terhadap perundangan yang berlaku,
sehingga mutlak diperlukan pengetahuan mengenai perundang-undangan bagi
perusahaan yang menerapkan ISO 14000.
3.
Khusus
di Indonesia permasalah yang menjadi kendala dalam penerapan SML adalah :
-
Kurangnya
informasi mengenai standar ISO 14000
-
Kurangnya
SDM yang memahami dan dapat menerapkan standar ISO 14000
Kurangnya
sumberdaya keuangan untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan menerapkan SML
Masih
ada anggapan bahwa mengelola lingkungan hanya pemborosan dan pengeluaran
ekstra
belaka.
Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
ISO 14000 adalah standar sistem pengelolaan
lingkungan yang dapat diterapkan pada bisnis apa pun, terlepas dari ukuran,
lokasi atau pendapatan. Tujuan dari standar adalah untuk mengurangi kerusakan
lingkungan yang disebabkan oleh bisnis dan untuk mengurangi polusi dan limbah
yang dihasilkan oleh bisnis. Versi terbaru ISO 14000 dirilis pada tahun 2004 oleh
Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) yang memiliki komite
perwakilan dari seluruh dunia. ISO-14000 memiliki beberapa seri, yaitu
:
a.
ISO 14001 : Sistem
Manajemen Lingkungan
b.
ISO 14010 – 14015 : Audit Lingkungan
c.
ISO 14020 – 14024 : Label Lingkungan
d.
ISO 14031 : Evaluasi Kinerja Lingkungan
e.
ISO 14040 – 14044 : Assessment/Analisa
Berkelanjutan
f. ISO
14060 : Aspek Lingkungan
dari Produk
.
B. Saran
Jika pengusaha ingin survive dan
sukses dalam kompetisi di pasar global dan memperoleh
citra baik dari konsumen, tidak ada
jalan lain kecuali mengkaji/ meninjau ulang visi, orientasi dan
strategi kebijakan pengelolaan
lingkungannya. Sistem manajemen
Lingkungan Standar ISO
Seri 14000 merupakan alternatif terbaik
hingga saat ini untuk diterapkan oleh para pengusaha
industri karena telah mendapat pengakuan
dan pengesahan dari masyarakat Internasional.
Dalam upaya penerapan Sistem Manajemen
Lingkungan Standar ISO Seri 14000, langkah
pertama yang harus dijalankan adalah
melakukan Audit Lingkungan, yang dalam pelaksanaannya
dapat diserahkan kepada pihak lain.
Daftar Pustaka
Referensi
https://environment-indonesia.com/kupas-tuntas-iso-14000/
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/3086/1/armin%20manninring.pdf
https://www.academia.edu/11163863/Makalah_ISO_14000_BAB_I_PENDAHULUAN_1_1_Sejarah_ISO_14000
