Jumat, 25 Maret 2022

Analisis Pelayanan Bioskop demi Kepuasan Pengunjung

 

Implementasi Pengelompokkan Pelayanan

(Manajemen Layanan Sistem Informasi)

Analisis Pelayanan Bioskop demi Kepuasan Pengunjung

 


 

Nama

Ayu Rizqy Utami (10120213)

Kelas: 2KA21

Dosen Pengampu : Ibu Irawaty

 

                                 Jurusan Sistem Informasi     

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma

2022

============================================


 

      Puji syukur yang kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil makalah manajemen layanan sistem informasi dengan topik yang sudah diberikan yaitu Implementasi Pengelompokkan Pelayanan. Disini setelah diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Analisis Pelayanan Bioskop demi Kepuasan Pengunjung.

     Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para pembaca yang masih awam tentang bioskop diharapkan bisa terbantu dalam mengetahui pelayanan apa saja yang disuguhkan oleh pihak bioskop demi tercapainya kepuasaan.

     Tepat disini, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.

     Jikalau adanya keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan manfaat.

 

 

Bekasi, 25 maret 2022

 

 

Ayu Rizqy Utami

 

 ====================================================

 

Daftar Isi

 

 

Kata Pengantar. i

Daftar Isi ii

Bab I. 1

A.     Latar Belakang. 1

B.     Tujuan. 1

C.     Batasan Masalah. 1

Bab II. 2

2.1 Sistem Pelayanan. 2

2.2 Proses Pelayanan. 3

a.      Core Service dalam Pelayanan Bioskop. 3

b.      Facilitating Sevice dalam Pelayanan Bioskop. 3

c.      Suporting Service dalam Pelayanan Bioskop. 4

2.3 Manfaat & Tujuan Hadirnya Sistem Pelayanan. 4

Bab III. 5

A.     Kesimpulan. 5

B.     Saran. 5

Daftar Pustaka. 6

Referensi 6

 

=======================================================================


 

                                                                           Bab I

Pendahuluan

 

A.    Latar Belakang

         Pelayanan merupakan bentuk pemberian layanan atau servis yang diberikan kepada pelanggan atau konsumen. Pelayanan ialah usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Pelayanan kepada konsumen merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan hubungan psikologi antara produsen dan pelanggan serta memantau berbagai keluhan pelanggan. Didalam kegiatan memberikan pelayanan maka sebuah perusahaan atau usaha yang bergerak di bidang jasa khususnya dalam memberi pelayanan, maka perusahaan tersebut akan berusaha memberikan bentuk layanan terbaik kepada pelanggan atau konsumen nya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia berusaha, baik melalui aktivitas sendiri, maupun secara tidak langsung melalui aktivitas orang lain.

        Aktivitas adalah suatu proses penggunaan akal, pikiran, pancaindera, dan anggota badan dengan atau tanpa alat bantu yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan baik dalam bentuk barang maupun jasa. Proses pelayanan yang terdiri dari beberapa jenis perbuatan (aktivitas), bentuknya dapat berupa aktivitas seri atau parallel. Proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas orang lain yang langsung inilah yang dinamakan pelayanan. Pelayanan diberikan sebagai tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memeberikan kepuasan kepada pelanggan atau konsumen. Tindakan tersebut dapat dilakukan melalui cara langsung melayani pelanggan. 2 Atau pelayanan yang tidak langsung oleh karyawan akan tetap dilayani melalui sebuah mesin.

B.     Tujuan

 

1.      Menjelaskan tentang pergerakan pelayanan

2.      Mengidentifikasi pengelompokkan pelayanan yang ada dibioskop

3.      Memaparkan aspek-aspek dari pelayanan yang ada dibioskop

 

C.    Batasan Masalah

 

Agar penelitian didalam makalah ini bisa lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang pengelompokkan pelayanan dibioskop.

 

 

 =============================================================

 

 Bab II

Pembahasan

 

2.1 Sistem Pelayanan

        Sistem pelayanan menurut arti kata, sistem adalah cara teratur untuk melakukan sesuatu. Sistem pelayanan umum sebenarnya merupakan satu kesatuan faktor yang dibutuhkan dalam terselenggaranya suatu pelayanan umum.  Menurut philip kotler “pelayanan atau service adalah setiap kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan suatu pihak kepada pihak lainnya yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakibat pemilikan sesuatu dan produksinya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik”. Pengertian pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau program kepada konsumen, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Moenir mengemukakan bahwa pelaksanaan pelayanan dapat diukur, oleh karena itu dapat ditetapkan standar baik dalam hal waktu yang diperlukan maupun hasilnya. Dengan adanya standar manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi kegiatan pelayanan, agar hasil akhir memuaskanm pihak-pihak yang mendapatkan pelayanan.

        Tujuan sistem pelayanan adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”. Pada dasarnya setiap perbuatan yang baik tentu memiliki tujuan yang baik, sehingga akan memberikan manfaat yang baik pula. Di samping memiliki tujuan manajemen juga memberikan manfaat yang cukup banyak bagi perusahaan apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam hal ini salah satu yang termasuk dalam pelayanan sector publik adalah bioskop. Bioskop adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Gambar film diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Seiring berjalannya kemodernan teknologi di Indonesia, sekarang biskop sudah terletak dimana-mana dan terdapat di dalam mall besar. Bioskop sudah menjadi salah satu tempat hiburan untuk menghabiskan waktu bersama orang- orang yang dicintai. Apalagi dengan terintegrasinya ruang pertunjukan film dengan pusat perbelanjaan terus menjadi hal yang menarik.

Klasifikasi bioskop berdasarkan banyaknya layar (Edison Nianggolan, 1993), bioskop dibagi menjadi

1. Bioskop tradisional atau konvensional Bioskop ini hanya mempunyai layar tunggal. Film yang ditawarkankurang bervariasi, tetapi memilki kapasitas yang besar

2. Bioskop Cineplex Bioskop ini mempunyai layar lebih dari satu, sehingga film yang ditayangkan lebih variatif. Memiliki ruang pertunjukan yang banyak dengan tempat duduk yang lebih sedikit


==============================================================

 

 2.2            Proses Pelayanan

Pelayanan merupakan suatu proses. Proses tersebut menghasilkan suatu produk yang berupa pelayanan kemudian diberikan kepada pelanggan. karakteristik pelayanan sebagai berikut:

Ø  Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.

Ø  Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata.

Ø  Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata

Pelayanan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :

 

a.     Core Service dalam Pelayanan Bioskop

       Core service atau layanan inti adalah manfaat paling mendasar dari jasa yang diberikan oleh perusahaan atau merupakan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sebagai produk utamanya. Hal ini adalah alasan utama mengapa pelanggan menggunakan jasa tersebut. Didalam suatu bioskop hal utama yang dijajakannya adalah terdapat banyak sekali berbagai macam film dari banyak negara dengan apapun genrenya serta dilengkapi juga dengan batasan umur untuk yang ingin menonton. Film-film yang hadir dibioskop merupakan film up to date yang banyak dilakoni oleh bintang-bintang ternama. Kualitas video yang disuguhkan setelah sampai untuk duduk di studio sangat jernih dan besar, selain itu juga diberikan beberapa iklan trailer-trailer dari film-film yang coming soon.

        Selain film-film yang menjadi sudut utama pengunjung, fasilitas didalam studio bioskop juga sanvat amat mendukung demi nyamannya menonton film dari awal hingga akhir. Contohnya seperti AC yang ada dibioskop selalu cepat dibersihkan jika sudah mulai kotor agar angin dinginnya bisa keluar dan tidak menimbulkan kepanasan didalam bioskop yang ruangannya tertutup. Selain AC, sound pun juga harus mendukung demi kepuasan titik daya tarik pengunjung untuk menonton, supaya sensasi saat menonton itu sangat terasakan dan bikin gempar. Lalu yang tidak boleh ketinggalan adalah kursi duduk bioksop. Kursi yang disediakan oleh pihak biokop harus yang senyaman mungkin agar pengunjung yang menoton tidak merasa pegal dan bioskop tersebut bisa menjadi pilihan untuk didatangi tiap saat ketika bosan dirumah seharian.

 

 

b.    Facilitating Sevice dalam Pelayanan Bioskop

        Facilitating service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan. Facilitating service yang ada dibioskop yaitu seperti disediakannya kursi tempat menunggu untuk masuk k estudio sesuai jadwal waktu yang telah dipesan, agar para pengunjung tidak berpegel-pegel untuk berdiri ketika menunggu. Selain kursi tunggu yang disuguhkan, ada fasilitas tambahan lain yaitu kamar mandi gratis yang dibedakan antara wanita dan pria. Kamar mandi yang tersedia juga sangat luas, lengkap, dan bersih pastinya. Untuk pengunjung wanita pasti sangat senang dengan adanya kamar mandi, karena bukan hanya sekedar untuk buang air kecil tapi untuk merapikan diri dan touch up dengan menggunakan kaca kamar mandi bioskop yang lebar dan tidak lupa juga untuk melakukan mirror selfie.

       Untuk fasilatas tambahan lain adalah tersedianya eskalator karena berhubung studionya berada diatas jadi digunakan untuk mempermudah dan mempercepat pengunjung ke studio yang sudah ditentukan untuk menonton. Satu hal lagi yang menjadi daya tarik saat menonton adalah membeli minuman dan makanan supaya tambah asik sensasi menontonnya. Pihak bioskop sendiri punya produk makanan dan minuman yang dijual. Hal itu dibioskop disebut juga dengn F&B. Departemen F&B bertanggung jawab atas kualitas makanan dan minuman yang disajikan, juga memonitor ketersediaan produk yang dijual di masing-masing lokasi sinema. Selain itu, departemen ini juga memastikan standar dan prosedur penyajian makanan dan minuman dijalankan dengan baik. Makanan dan minuman yang ditawarkan seperti popcorn, es kopi, dan lainnya sebagainya yang bisa membuat mood pengunjung tambah naik dengan dibarengi oleh totonan film yang dipilih. Departemen F&B terkadang menawarkan E-Voucher untuk memeberikan promosi diskon kepada pengunjung agar leboh tertarik untuk membeli didalam bioskop daripada beli diluar bioskop


===============================================================

 

c.      Suporting Service dalam Pelayanan Bioskop

        Suporting service adalah Jenis layanan kepada pelanggan ini terkait layanan pendukung yang diberikan untuk meningkatkan kualitas dan membedakan perusahaan Anda dari pesaing usaha lain. Pada era globalisasi perkembangan teknologi berbasis internet berjalan sangat cepat. Hal ini salah satu nya juga terlihat dalam lingkup bisnisdi sector pelayanan publik. Hal supporting service yang diberikan pihak bioskop kepada pengunjung adalah dengan bisanya memesan tiket bioskop secara online dan bisa dilakukan dimana pun tempatnya dengan kondisi jaringan yang stabil.

        Layanan pembeliaan tiket berbasis internet ini di sebut TIX.id dan memliki tujuan utama untuk memberikan layanan kenyamanan dan efiseinsi kepada pelanggan ketika mereka ingin membeli tiket pertunjukan film. TIX.id adalah layanan transaksi pembelian tiket jarak jauh yang menawarkan pelanggan akan membeli tiket tanpa mengantri dan dapat dilakukan dimana saja. TIX.ID ini sendiri bekerjasama dengan berbagai bank maupun DANA untuk pengisian saldo ataupun pengiriman saldo yang akan dibayarkan. Dengan menggunakan layanan pembelian tiket secara online bisa mengakomodir kepanjangan antri pembelian tiket secara langsung. Setelah membeli tiket secara online, pengunjung hanya akan melakukan scanning didalam bioskop untuk mendapatkan karcis yang akan diberikan kepada mba spg yang menunggu didepan studio masuk bioskop.

 

2.3           Manfaat & Tujuan Hadirnya Sistem Pelayanan

Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”. Pelayanan pada sektor bisnis berorientasi profit, sedangkan pelayanan prima pada sektor publik bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.

     Perbaikan pelayanan sektor publik merupakan kebutuhan yang mendesak sebagai kunci keberhasilan reformasi administrasi negara Penyedia layanan, pelanggan atau stakeholder dalam kegiatan pelayanan akan memiliki acuan tentang bentuk, alasan, waktu, tempat dan proses pelayanan yang seharusnya


==============================================================

Bab III

Penutup

 

A.    Kesimpulan

 

     Pelayanan merupakan bentuk pemberian layanan atau servis yang diberikan kepada pelanggan atau konsumen. Pelayanan ialah usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Pelayanan kepada konsumen merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan hubungan psikologi antara produsen dan pelanggan serta memantau berbagai keluhan pelanggan. Proses pelayanan dibagi menjadi 3, yaitu core service, facilitating service, dan supporting service.

        Dalam penelitian ini didapat dari bioskop, bahwa pihak-pihak bioskop telah menyuguhkan beberapa fasilitas memadai yang bisa membuat pengunjungnya merasa puas dan terasa nyaman. Pemuasan itu dilakukan agar sector publik seperti bioskop ini tidak terhenti perjalannya dalam menghasilkan nilai-nilai ekonomi dan terus bisa menarik perhatian pengunjung yang ingin datang.

 

 

B.     Saran

 

  • Ø Diharapkan untuk para pengunjung bisa sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempat yang benar
  • Ø Jangan sampai menimbulkan perdebatan antara pengunjung dan pihak biskop, semua yang berada dibioskop harus bisa mengikuti aturan yang sudah ada.

====================================================

 

                                                                     Daftar Pustaka

 

Referensi

 

http://toolkit.eximiuslearning.com/2019/03/20/layanan-bintang-5-kepada-pelanggan/

https://katalog.ukdw.ac.id/3879/1/11044327_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf

http://apkexcellent.blogspot.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-manfaat-pelayanan_8985.html

http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1403/5/141801078_file%205.pdf


=====================================================================

 

 

Jumat, 18 Maret 2022

Analisis Pelayanan di Bioskop pada Era New Normal

 

Strategi Pelayanan

(Manajemen Layanan Sistem Informasi)

Analisis Pelayanan di Bioskop pada Era New Normal




 Nama

Ayu Rizqy Utami (10120213)

Kelas: 2KA21

Dosen Pengampu : Ibu Irawaty

 

                                 Jurusan Sistem Informasi     

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma

2022


 ================================================================

Kata Pengantar

 

      Puji syukur yang kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil makalah manajemen layanan sistem informasi dengan topik yang sudah diberikan yaitu Stretegi Pelayanan. Disini setelah diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Analisis Pelayanan di Bioskop pada Era New Normal

     Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para pembaca diharapkan bisa terbantu dan menerapkannya dengan baik dalam memahami strategi pelayanan yang ada di Indonesia terutama dalam perkembangan new normal yang terjadi sekarang pasca covid melandai.

     Tepat disini, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.

     Jikalau adanya keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan manfaat.

 

 

Bekasi, 18 maret 2022

 

 

Ayu Rizqy Utami

 

 =====================================================

 

Daftar Isi

 

 

Kata Pengantar. i

Daftar Isi ii

Bab I. 1

A.     Latar Belakang. 1

C.     Batasan Masalah. 1

Bab II. 2

2.1 Strategi Kesiapan Pihak Bioskop dalam New Normal 2

2.2 Implementasi Kesiapan Bioskop Memasuki New Normal 2

2.3 Aspek-aspek kelebihan & Kekurangan Dibukanya Bioskop. 3

Ø      Kelebihan yang terlihat. 3

Ø      Kekurangan yang ada. 3

2.4 Perbedaan yang Terlihat antara Sebelum dan Sesudah New Normal 4

Ø      Sebelum Pandemi 4

Ø      Sesudah Pandemi dan Memasuki New Normal 4

2.5 Kuesioner Data Pengunjung Bioskop pada Era New Normal 5

Ø      Data Pengunjung Perempuan. 5

Ø      Data Pengunjung Laki-laki 5

Bab III. 6

A.     Kesimpulan. 6

B.     Saran. 6

Daftar Pustaka. 7

Referensi 7

 

 

 =======================================================================

 

                                                                          Bab I

Pendahuluan

 

A.    Latar Belakang

            Istilah new normal atau kenormalan baru adalah istilah dalam bisnis dan

ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan (2007-

2008), resesi global (2008–2012), dan berlanjut pada pandemi Covid-19. New Normal

merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, tetapi

dengan ditambah dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya

penularan Covid-19 lebih banyak lagi. Maka dari itu, (new normal) tersebut dipakai pada

berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap

tidak normal atau tidak lazim kini dianggap abnormal menjadi umum dan diterapkan di

Indonesia dalam masa PSBB ini.

          Prinsip yang utama adalah harus bisa menyesuaikan pola hidup. Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu bentuk, new normal, atau kita harus beradaptasi dengan

beraktivitas, dan bekerja, serta tentunya harus mengurangi kontak fisik dengan orang lain,

dan menghindari kerumunan, sehingga dilakukan bekerja, dan sekolah dari rumah.

Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang

kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai semua orang telah menjalankan vaksinasi

maksimal 2 kali karena seperti yang sudah diketahui Negara Indonesia dan semua Negara

mengalami keparahan akibat adanya Covid-19 yang menyebar dimana-mana. Setelah

semuanya sudah melakukan vaksinasi dengan berbagai pertimbangan kegiatan kehidupan

ekonomi dan sosial masyarakat juga harus tetap berjalan secepatnya. Memang kalau

diamati, Covid-19 ini telah membawa pengaruh juga perubahan terhadap sendi-sendi

kehidupan ekonomi dan masyarakat.

 

B.     Tujuan

 

1.      Mengidentifikasi strategi yang dilakukan pihak bioskop di era new normal

2.      Memaparkan aspek-aspek dari pelayanan bioskop di era new normal

3.      Menjelaskan berbagai kerangka dan perbedaan dari pelayanan biskop

 

C.    Batasan Masalah

 

Agar penelitian didalam makalah ini bisa lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang strategi pelayanan di biskop pada era new normal.

 

===============================================================

 

 

                                                                     Bab II

Pembahasan

 

2.1 Strategi Kesiapan Pihak Bioskop dalam New Normal

         Bioskop adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar.    Gambar film diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Seiring berjalannya kemodernan teknologi di Indonesia, sekarang biskop sudah terletak dimana-mana dan terdapat di dalam mall besar. Seperti yang telah diketahui hampir semua Negara dibelahan dunia termasuk Indonesia mengalami keparahan yang sangat besar yaitu munculnya Covid-19 yang dimulai tahun 2020 sehingga menyebabkan kelumpuhan pergerakan operasi bisnis, ekonomi, pariwisata, serta kegaiatan belajar mengajar. Yang menjadi titik poinnya, semua orang harus melakukan pekerjaan dari rumah dan bahkan harus stay dirumah selalu hingga waktu yang belum bisa ditentukan sebelum adanya fase new normal.

       Namun, berbeda dalam kasus perbioskopan karena tidak bisa dilakukan apapun dari rumah karena memang pengoperasiannya hanya bisa dilakukan didalam tempat bioskopnya. Tidak hanya bioskop, namun mall pun ikut terdampak akibat Covid-19 ini dan terpaksa tidak boleh beroperasi dahulu karena ditakutkan akan memperparah keadaan. Dikarenakan akses mall ditutup yang mana merupakan akses masuknya bisokop juga, hal itu membuat bioskop terpaksa ditutup sementara hingga ada pemberitahuan dari pemerintah untuk bolehnya menonton dibioskop kembali. 

    Seiring berjalannya waktu wacana demi wacana, tepat satu tahun dan semua orang telah melakukan vaksinasi maksimal 2 kali, agar dunia hiburan perfilman dan ekonomi tidak makin menyusut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mempertimbangkan untuk meninjau kesiapan penerapan protokol new normal untuk diperbolehkan kembalinya menonton dibioskop. Kesiapan ini dilakukan secara bertahap dan perlahan sambil melihat frekuensi naik turunnya Covid-19 yang ada di Indonesia. Peninjauan yang dilakukan untuk kesiapan dibuka kembalinya bioskop adalah diterapkannya bagian dari agenda panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) untuk sektor bioskop, restoran, dan hotel.

      Dengan adanya kesiapan tersebut, bioskop dibuka dengan timbulnya banyak perbedaan dan dilakukannya berbgai tahapan untuk memasukinya. Untuk pertama kalinya dibuka, bioskop tergolong masih sepi, dikarenakan masih adanya orang-orang yang takut dengan virus Covid-19 itu. Setelah sekian lama berjalan dengan berbagai protokol yang harus dilakukan dan ditambah hadirnya film-film yang makin menarik untuk menghibur dikeadaan sendu Covid-19, bioskop jadi ramai pengunjung kembali dengan prokes-prokes yang wajib dilakukan.

 

 

2.2 Implementasi Kesiapan Bioskop Memasuki New Normal

   Kesiapan rencana untuk mengoperasikan bioskop kembali dilakukan berbagai implementasi yang harus diterapkan. Dibukanya bioskop tidak semana-mena hanya untuk meningkatkan pendapatan saja, namun harus membuat pengunjung yang menonton aman dan nyaman selama proses new normal berlangsung, maka dari itu harus diutamakan protokol kesehatan dan social distancing serta akan adanya berbagai peraturan yang harus ditaati. Akan ada 2 implementasi dalam kesiapan ini, berikut penjabarannya :

 

 

 

Ø  Pengoperasian yang diwajibkan pemerintah untuk kesiapan bioskop

 

1.      Dilakukannya jeda 1 kursi untuk menonton, agar tidak adanya sentuh menyentuh antar orang yang satu dengan yang lain

2.      Menyediakan tempat transaksi pembelian tiket online maupun scan otomatis yang sudah dibeli dari rumah

3.      Jumlah penonton harus dibatasi sebesar 50%

4.      Setelah tontonan selesai, diharapkan untuk petugas langsung membersihkan area studio dan menyemprotkan disinfektan

5.      Adanya larangan untuk berkerumun diarea lorong bioskop

6.      Petugas biskop harus menggnakan masker dan face shield serta sarung tangan jika perlu

7.      Jika memang tersendat buru-buru tidak bisa memesan tiket secara online, pihak bioskop harus memasang sekat berupa mika plastic yang digunakan sebagai jarak anatara pembeli dan petugas

 

Ø  Akses Pengunjung sebelum Memasuki Bioskop

1.      Pengnjung diwajibkan untuk scan barcode pada aplikasi peduli lindungi

2.      Pengunjung harus memakai masker

3.      Pengunjung akan diarahkan petugas untuk mencuci tangan atau diberi cairan sanitizer

4.      Pengunjung dilarang berekerumun dan berisik

5.      Pengunjung duduk distudio sesuai nomor yang telah dipesan

6.      Pengunjung tidak boleh membuang sampah makanan dan minuman sembarangan

 

 

 2.3 Aspek-aspek Kelebihan & Kekurangan Dibukanya Bioskop

       Dibukanya kembali biskop di era new normal ini punya aspeknya tersendiri, dari mulai timbulnya kelebihan serta kekurangan yang ada. Namun dengan adanya itu bioskop yang berada didalam mall tetap beroperasi sesuai protokol yang semestinya diterapkan dengan baik yang menayangkan film-film terbaru yang menarik.

Ø  Kelebihan yang terlihat

a.       Dapat meningkatkan imunitas rasa senang dengan menonton bioskop

b.      Melepas rasa rindu satu tahun tidak menonton dibioskop

c.       Menjadi penyemangat di industry hiburan perfilman untuk berperan kembali

d.      Berkurangnya masyarakat yang menonton film bajakan

e.      Manambah rasa quality time untuk diri sendiri maupun bersama yang lain

f.        Film-film yang ditanyangkan semakin luarbiasa

Ø  Kekurangan yang ada

a.       Untuk sebagian orang yang tidak mengerti cara membeli tiket secara online, akan terlihat rumit

b.      Terkadang jika kuota sudah limit dan tidak bis ascan barcode peduli lindungi itu akan memakan wakt yang cukup lama

c.       Masih ada segelintir orang yang parno

d.      Masih ada kerumunan yang sering terjadi ditempat tunggu sebelum jadwal wktu memasuki studio bioskop

 

2.4 Perbedaan yang Terlihat antara Sebelum dan Sesudah New Normal

     

Ø  Sebelum Pandemi

 

 

      Sudah terlihat dengan jelas  dua gambar disamping kiri       adalah potret studio bioskop pada saat sebelum adanya   pandemic Covid-19 yang menyebar ke belahan dunia.   Didalam potret tersebut terlihat nyata sekali kebersamaan     tanpa adanya jeda kursi antara pengunjung satu dengan   yang lainnya. Ketika menonton tidak perlu susah payah   pakai masker dan tidak merasakan pengap yang terjadi saat   memakai masker.

                           








Ø  Sesudah Pandemi dan Memasuki New Normal


Untuk dua gambar yang berada disamping kanan merupakan saat berjalannya new normal dan dibolehkannya nonton di bioskop. Sudah terlhat jelas di bangkunya terdapat tanda silang yang artinya bangku tersebut tidak boleh diduduki dan terdapat jeda bangku. Ketika film dimulai hingga selesai pengunjung harus memakai masker dan menerapkan protokol yang sudah tertera sebelum masuk ke studio. Kendati demikian terlihat juga wajah bahagia karena rindu sudah lama tidak nonton dibioskop

                                               







2.5 Kuesioner Data Pengunjung Bioskop pada Era New Normal

 

Ø  Data Pengunjung Perempuan

           

Pertanyaan

Jawaban Pengunjung

Apa yang anda rasakan saat menonton bioskop dengan masker ?

 kurang nyaman

Menurut pandangan anda ketika datang ke bioskop apakah protokol kesehatan yang dilakukan pihak bioskop dan para pengunjung berjalan dengan teratur ?

 lumayan teratur

Dengan diberlakukannya untuk membeli tiket online apakah menurut anda itu merupakan hal yang rumit ?

engga, itu malah mempermudah

Apa pendapat anda duduk distudio dengan diberi jeda 1 kursi merupakan hal benar yang perlu dilakukan di era new normal ?

iya, lebih terasa jarak antara penonton dan lebih nyaman

Apakah menurut anda masih diperlukan dengan adanya scan barcode peduli lindungi untuk masuk ke bioskop ?

 sebenernya ga diperlukan banget sih

Selama menonton bioskop pada era new normal apa yang anda rasakan ?

tidak terlalu ramai seperti sebelum adanya era new normal

 

Ø  Data Pengunjung Laki-laki

  

Pertanyaan

Jawaban Pengunjung

Apa yang anda rasakan saat menonton bioskop dengan masker ?

engap

Menurut pandangan anda ketika datang ke bioskop apakah protokol kesehatan yang dilakukan pihak bioskop dan para pengunjung berjalan dengan teratur ?

 

iya

Dengan diberlakukannya untuk membeli tiket online apakah menurut anda itu merupakan hal yang rumit ?

tidak juga

Apa pendapat anda duduk distudio dengan diberi jeda 1 kursi merupakan hal benar yang perlu dilakukan di era new normal ?

iya

Apakah menurut anda masih diperlukan dengan adanya scan barcode peduli lindungi untuk masuk ke bioskop ?

perlu

Selama menonton bioskop pada era new normal apa yang anda rasakan ?

nyaman-nyaman saja

 

 

========================================================================= 

Bab III

Penutup

 

A.    Kesimpulan

 

     Dibutuhkan keseriusan dunia hiburan yang ditampilkan dibioskop dalam memasuki Era New Normal dengan strategi yang tepat dan kuat. Belajar dari hasil penelitian selama pertama kali ditinjau oleh Menparekraf hingga sekarang, XX1 Cileugsi, CGV BTC, dan CGV Mega Bekasi telah membuat beberapa langkah strategis menyambut Era New Normal. Strategi tersebut adalah pertama meningkatkan keberlangsungannya protokol kesehatan dan social distancing serta hal lain yang perlu diterapkan supaya tidak adanya kasus Covid-19 yang tersebar melalui studio bioskop.

    Dengan diresmikan bukanya bioskop oleh Menparekraf, maka para pengnjung dan pihak bioskop harus sama-sama menaati peraturan yang sudah diberikan agar terciptanya suasana menonton yang aman dan juga nyaman tanpa adanya ketakutan untuk menonton dibioskop sehingga bisa mengrangi untuk menonton hal yang bajakan.

 

B.     Saran

 

  • Ø Diharapkan tidak adanya kerumunan disepanjang lorong bioskop sebelum memasuki teatre studio sesuai jam yang telah ditentukan
  • Ø Jangan sampai sekalipun melanggar kebijakan protokol yang harus ditaati, supaya semuanya  aman dan bioskop akan terus dibuka

 

 

 

 

 ========================================================================

 Daftar Pustaka

 

Referensi

 

https://padek.jawapos.com/gaya-hidup/16/11/2020/strategi-bisnis-bioskop-kembali-eksis-di-era-new-normal/

https://kilaskementerian.kompas.com/kemenparekraf/read/2020/07/12/055632227/wishnutama-tinjau-protokol-kesehatan-di-bioskop-yang-akan-kembali-dibuka

https://industri.kontan.co.id/news/bioskop-sudah-dibuka-perhatikan-penerapan-prokesnya

https://www.kompas.com/hype/read/2020/06/11/092012866/new-normal-ini-3-aturan-baru-nonton-di-bioskop?page=all

https://www.gatra.com/news-480329-politik-pengamat-kurva-belum-landai-wacana-new-normal-terburu-buru.html