Implementasi Pengelompokkan
Pelayanan
(Manajemen Layanan Sistem
Informasi)
Analisis Pelayanan Bioskop demi
Kepuasan Pengunjung
Nama
Ayu Rizqy Utami (10120213)
Kelas:
2KA21
Dosen
Pengampu : Ibu Irawaty
Jurusan Sistem
Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
Informasi
Universitas Gunadarma
2022
============================================
Puji syukur yang
kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan
hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil
makalah manajemen layanan sistem informasi dengan topik yang sudah diberikan
yaitu Implementasi
Pengelompokkan Pelayanan. Disini setelah
diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Analisis
Pelayanan Bioskop demi Kepuasan Pengunjung.
Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para
pembaca yang masih awam tentang bioskop diharapkan bisa terbantu dalam
mengetahui pelayanan apa saja yang disuguhkan oleh pihak bioskop demi
tercapainya kepuasaan.
Tepat disini,
kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen
layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.
Jikalau adanya
keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran
yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat
kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt
memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan
manfaat.
Bekasi, 25 maret 2022
Ayu Rizqy Utami
Daftar Isi
a. Core
Service dalam Pelayanan Bioskop
b. Facilitating
Sevice dalam Pelayanan Bioskop
c. Suporting
Service dalam Pelayanan Bioskop
2.3 Manfaat & Tujuan Hadirnya Sistem Pelayanan
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Pelayanan
merupakan bentuk pemberian layanan atau servis yang diberikan kepada pelanggan
atau konsumen. Pelayanan ialah usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan
pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan
yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Pelayanan
kepada konsumen merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan hubungan
psikologi antara produsen dan pelanggan serta memantau berbagai keluhan
pelanggan. Didalam kegiatan memberikan pelayanan maka sebuah perusahaan atau
usaha yang bergerak di bidang jasa khususnya dalam memberi pelayanan, maka
perusahaan tersebut akan berusaha memberikan bentuk layanan terbaik kepada
pelanggan atau konsumen nya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia berusaha,
baik melalui aktivitas sendiri, maupun secara tidak langsung melalui aktivitas
orang lain.
Aktivitas
adalah suatu proses penggunaan akal, pikiran, pancaindera, dan anggota badan
dengan atau tanpa alat bantu yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan
sesuatu yang diinginkan baik dalam bentuk barang maupun jasa. Proses pelayanan
yang terdiri dari beberapa jenis perbuatan (aktivitas), bentuknya dapat berupa
aktivitas seri atau parallel. Proses pemenuhan kebutuhan melalui aktivitas
orang lain yang langsung inilah yang dinamakan pelayanan. Pelayanan diberikan
sebagai tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memeberikan
kepuasan kepada pelanggan atau konsumen. Tindakan tersebut dapat dilakukan
melalui cara langsung melayani pelanggan. 2 Atau pelayanan yang tidak langsung
oleh karyawan akan tetap dilayani melalui sebuah mesin.
B.
Tujuan
1.
Menjelaskan
tentang pergerakan pelayanan
2.
Mengidentifikasi
pengelompokkan pelayanan yang ada dibioskop
3.
Memaparkan
aspek-aspek dari pelayanan yang ada dibioskop
C.
Batasan Masalah
Agar penelitian didalam makalah ini bisa
lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah
dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang pengelompokkan
pelayanan dibioskop.
Pembahasan
2.1
Sistem Pelayanan
Sistem
pelayanan menurut arti kata, sistem adalah cara teratur untuk melakukan
sesuatu. Sistem pelayanan umum sebenarnya merupakan satu kesatuan faktor yang
dibutuhkan dalam terselenggaranya suatu pelayanan umum. Menurut philip kotler “pelayanan atau service
adalah setiap kegiatan atau manfaat yang dapat diberikan suatu pihak kepada
pihak lainnya yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak pula berakibat
pemilikan sesuatu dan produksinya dapat atau tidak dapat dikaitkan dengan suatu
produk fisik”. Pengertian pelayanan adalah usaha melayani kebutuhan orang lain.
Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi atau
program kepada konsumen, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.
Moenir mengemukakan bahwa pelaksanaan pelayanan dapat diukur, oleh karena itu
dapat ditetapkan standar baik dalam hal waktu yang diperlukan maupun hasilnya.
Dengan adanya standar manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan
mengevaluasi kegiatan pelayanan, agar hasil akhir memuaskanm pihak-pihak yang
mendapatkan pelayanan.
Tujuan
sistem pelayanan adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan
pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan.
Pelayanan dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah
pemberdayaan”. Pada dasarnya setiap perbuatan yang baik tentu memiliki tujuan
yang baik, sehingga akan memberikan manfaat yang baik pula. Di samping memiliki
tujuan manajemen juga memberikan manfaat yang cukup banyak bagi perusahaan
apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam hal ini salah satu yang
termasuk dalam pelayanan sector publik adalah bioskop. Bioskop adalah tempat
untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Gambar film
diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Seiring berjalannya kemodernan
teknologi di Indonesia, sekarang biskop sudah terletak dimana-mana dan terdapat
di dalam mall besar. Bioskop sudah menjadi salah satu tempat hiburan untuk
menghabiskan waktu bersama orang- orang yang dicintai. Apalagi dengan
terintegrasinya ruang pertunjukan film dengan pusat perbelanjaan terus menjadi
hal yang menarik.
Klasifikasi bioskop berdasarkan banyaknya layar
(Edison Nianggolan, 1993), bioskop dibagi menjadi
1. Bioskop tradisional atau konvensional Bioskop ini
hanya mempunyai layar tunggal. Film yang ditawarkankurang bervariasi, tetapi
memilki kapasitas yang besar
2. Bioskop Cineplex Bioskop ini mempunyai layar
lebih dari satu, sehingga film yang ditayangkan lebih variatif. Memiliki ruang
pertunjukan yang banyak dengan tempat duduk yang lebih sedikit
==============================================================
2.2
Proses Pelayanan
Pelayanan merupakan
suatu proses. Proses tersebut menghasilkan suatu produk yang berupa pelayanan
kemudian diberikan kepada pelanggan. karakteristik pelayanan sebagai berikut:
Ø Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan
sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
Ø Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan
nyata.
Ø Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak
dapat dipisahkan secara nyata
Pelayanan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
a.
Core Service dalam Pelayanan
Bioskop
Core service atau
layanan inti adalah manfaat paling mendasar dari jasa yang diberikan oleh
perusahaan atau merupakan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sebagai
produk utamanya. Hal ini adalah alasan utama mengapa pelanggan menggunakan jasa
tersebut. Didalam suatu bioskop hal utama yang dijajakannya adalah terdapat
banyak sekali berbagai macam film dari banyak negara dengan apapun genrenya
serta dilengkapi juga dengan batasan umur untuk yang ingin menonton. Film-film
yang hadir dibioskop merupakan film up to date yang banyak dilakoni oleh
bintang-bintang ternama. Kualitas video yang disuguhkan setelah sampai untuk
duduk di studio sangat jernih dan besar, selain itu juga diberikan beberapa
iklan trailer-trailer dari film-film yang coming soon.
Selain film-film yang menjadi sudut
utama pengunjung, fasilitas didalam studio bioskop juga sanvat amat mendukung
demi nyamannya menonton film dari awal hingga akhir. Contohnya seperti AC yang
ada dibioskop selalu cepat dibersihkan jika sudah mulai kotor agar angin
dinginnya bisa keluar dan tidak menimbulkan kepanasan didalam bioskop yang
ruangannya tertutup. Selain AC, sound pun juga harus mendukung demi kepuasan
titik daya tarik pengunjung untuk menonton, supaya sensasi saat menonton itu
sangat terasakan dan bikin gempar. Lalu yang tidak boleh ketinggalan adalah
kursi duduk bioksop. Kursi yang disediakan oleh pihak biokop harus yang senyaman
mungkin agar pengunjung yang menoton tidak merasa pegal dan bioskop tersebut
bisa menjadi pilihan untuk didatangi tiap saat ketika bosan dirumah seharian.
b.
Facilitating Sevice dalam Pelayanan
Bioskop
Facilitating
service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan. Facilitating service
yang ada dibioskop yaitu seperti disediakannya kursi tempat menunggu untuk
masuk k estudio sesuai jadwal waktu yang telah dipesan, agar para pengunjung
tidak berpegel-pegel untuk berdiri ketika menunggu. Selain kursi tunggu yang
disuguhkan, ada fasilitas tambahan lain yaitu kamar mandi gratis yang dibedakan
antara wanita dan pria. Kamar mandi yang tersedia juga sangat luas, lengkap,
dan bersih pastinya. Untuk pengunjung wanita pasti sangat senang dengan adanya
kamar mandi, karena bukan hanya sekedar untuk buang air kecil tapi untuk
merapikan diri dan touch up dengan menggunakan kaca kamar mandi bioskop yang
lebar dan tidak lupa juga untuk melakukan mirror selfie.
Untuk fasilatas tambahan lain adalah
tersedianya eskalator karena berhubung studionya berada diatas jadi digunakan
untuk mempermudah dan mempercepat pengunjung ke studio yang sudah ditentukan
untuk menonton. Satu hal lagi yang menjadi daya tarik saat menonton adalah
membeli minuman dan makanan supaya tambah asik sensasi menontonnya. Pihak
bioskop sendiri punya produk makanan dan minuman yang dijual. Hal itu dibioskop
disebut juga dengn F&B. Departemen
F&B bertanggung jawab atas kualitas makanan dan minuman yang disajikan,
juga memonitor ketersediaan produk yang dijual di masing-masing lokasi sinema.
Selain itu, departemen ini juga memastikan standar dan prosedur penyajian
makanan dan minuman dijalankan dengan baik. Makanan dan minuman yang ditawarkan
seperti popcorn, es kopi, dan lainnya sebagainya yang bisa membuat mood
pengunjung tambah naik dengan dibarengi oleh totonan film yang dipilih.
Departemen F&B terkadang menawarkan E-Voucher untuk memeberikan promosi
diskon kepada pengunjung agar leboh tertarik untuk membeli didalam bioskop daripada
beli diluar bioskop
===============================================================
c.
Suporting Service dalam Pelayanan
Bioskop
Suporting
service adalah Jenis layanan kepada pelanggan ini terkait layanan pendukung
yang diberikan untuk meningkatkan kualitas dan membedakan perusahaan Anda dari
pesaing usaha lain. Pada era globalisasi perkembangan teknologi berbasis
internet berjalan sangat cepat. Hal ini salah satu nya juga terlihat dalam
lingkup bisnisdi sector pelayanan publik. Hal supporting service yang diberikan
pihak bioskop kepada pengunjung adalah dengan bisanya memesan tiket bioskop
secara online dan bisa dilakukan dimana pun tempatnya dengan kondisi jaringan
yang stabil.
Layanan pembeliaan tiket berbasis
internet ini di sebut TIX.id dan memliki tujuan utama untuk memberikan layanan
kenyamanan dan efiseinsi kepada pelanggan ketika mereka ingin membeli tiket
pertunjukan film. TIX.id adalah layanan transaksi pembelian tiket jarak jauh
yang menawarkan pelanggan akan membeli tiket tanpa mengantri dan dapat
dilakukan dimana saja. TIX.ID ini sendiri bekerjasama dengan berbagai bank
maupun DANA untuk pengisian saldo ataupun pengiriman saldo yang akan
dibayarkan. Dengan menggunakan layanan pembelian tiket secara online bisa
mengakomodir kepanjangan antri pembelian tiket secara langsung. Setelah membeli
tiket secara online, pengunjung hanya akan melakukan scanning didalam bioskop
untuk mendapatkan karcis yang akan diberikan kepada mba spg yang menunggu
didepan studio masuk bioskop.
2.3
Manfaat & Tujuan Hadirnya
Sistem Pelayanan
Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan
memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada
pelanggan. Pelayanan prima dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa
“pelayanan adalah pemberdayaan”. Pelayanan pada sektor bisnis berorientasi
profit, sedangkan pelayanan prima pada sektor publik bertujuan memenuhi
kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
Perbaikan pelayanan sektor publik merupakan
kebutuhan yang mendesak sebagai kunci keberhasilan reformasi administrasi
negara Penyedia layanan, pelanggan atau stakeholder dalam
kegiatan pelayanan akan memiliki acuan tentang bentuk, alasan, waktu, tempat
dan proses pelayanan yang seharusnya
==============================================================
Bab
III
Penutup
A. Kesimpulan
Pelayanan merupakan bentuk pemberian layanan
atau servis yang diberikan kepada pelanggan atau konsumen. Pelayanan ialah
usaha melayani kebutuhan orang lain. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan
yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat
tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Pelayanan kepada konsumen merupakan
salah satu bentuk untuk meningkatkan hubungan psikologi antara produsen dan
pelanggan serta memantau berbagai keluhan pelanggan. Proses pelayanan dibagi
menjadi 3, yaitu core service, facilitating service, dan supporting service.
Dalam penelitian ini didapat dari bioskop, bahwa pihak-pihak bioskop
telah menyuguhkan beberapa fasilitas memadai yang bisa membuat pengunjungnya
merasa puas dan terasa nyaman. Pemuasan itu dilakukan agar sector publik
seperti bioskop ini tidak terhenti perjalannya dalam menghasilkan nilai-nilai
ekonomi dan terus bisa menarik perhatian pengunjung yang ingin datang.
B. Saran
- Ø Diharapkan untuk para pengunjung bisa sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempat yang benar
- Ø Jangan sampai menimbulkan perdebatan antara pengunjung dan pihak biskop, semua yang berada dibioskop harus bisa mengikuti aturan yang sudah ada.
Referensi
http://toolkit.eximiuslearning.com/2019/03/20/layanan-bintang-5-kepada-pelanggan/
https://katalog.ukdw.ac.id/3879/1/11044327_bab1_bab5_daftarpustaka.pdf
http://apkexcellent.blogspot.com/2013/06/pengertian-tujuan-dan-manfaat-pelayanan_8985.html
http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1403/5/141801078_file%205.pdf
=====================================================================





