Implementasi Information Technology
Infrastructure Library
(Manajemen Layanan Sistem
Informasi)
Pemuasan Implementasi dari Kerangka
Bank Mandiri
Nama
Ayu Rizqy Utami (10120213)
Kelas:
2KA21
Dosen
Pengampu : Ibu Irawaty
Jurusan Sistem
Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
Informasi
Universitas Gunadarma
2022
=================================================
Kata Pengantar
Puji syukur yang
kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan
hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil
makalah manajemen layanan sistem informasi dengan topik yang sudah diberikan
yaitu Implementasi
Information Technology Infrastructure Library
Adapun tujuan dari membuat laporan makalah
ini agar para pembaca yang ingin memahami konsep implementasi information
technology infrastructure library bisa terbantu dan diterapkan dengan baik.
Tepat disini, kami ingin mengucapkan
terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen layanan sistem informasi yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat membantu kami dalam menambah wawasan
dan etika baik yang dapat diambil.
Jikalau adanya
keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran
yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat
kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt
memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan
manfaat.
Bekasi, 11 maret 2022
Ayu Rizqy Utami
I
======================================================
Daftar Isi II
2.1 Sejarah Information Technology Infrstructure Library
(ITIL) 2
2.2 Komponen
Informasi Technology Infrastructure Library (ITIL) 2
2.3 Kerangka Informasi Technology Infrastructure Library
(ITIL) untuk Bank Mandiri 3
a. Service
Strategy (Strategi Layanan) 3
b. Service
Design (Desain Layanan) 4
c. Service Transition (Transisi Layanan) 4
d. Service
Operation (Operasional Layanan) 5
e. Continual
Service Improvement (Peningkatan Layanan Berkelanjutan) 5
2.4
Implementasi Informasion Technology Infrastructure Library di Bank Mandiri 6
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Sistem informasi merupakan suatu alat yang digunakan untuk
mengola data dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan. Sistem informasi digunakan
agar dapat mengefektifkan dan mengefesienkan waktu
dalam bekerja. Dengan sistem ini diharapkan dapat memberikan data dengan cepat
dan akurat pada setiap waktu yang diperlukan. Audit konsep sistem informasi
merupakan salah satu metode penilaian terhadap objek dalam hal ni yaitu sistem
informasi dibank dengan menggunakan metode yang berbasis teknologi informasi.
Implementasi TI pada sebuah perusahaan
telah berkembang dan mengalami pergeseran fungsi. TI tidak hanya ditempatkan
pada posisi pendukung saja seperti untuk komputasi data dan otomatisasi proses,
namun juga dipandang sebagai aset strategis yang turut menentukan strategi
bisnis perusahaan. Adopsi dan implementasi TI dalam perusahaan memerlukan
keselarasan antara proses TI dengan proses bisnis. Information Technology
Infrastructure Library (ITIL) adalah salah satu framework ITSM (Information
Technology Service Management) yang menyediakan serangkaian model proses dan
fungsi best practice pemberian layanan TI. ITIL digunakan sebagai panduan dalam
usaha penyelarasan proses TI dan proses bisnis, terutama yang berkaitan dengan
manajemen layanan TI. Service Desk merupakan fungsi utama dalam Lifecycle
Service Operation ITIL® v3. Service Desk dirancang sebagai titik kontak tunggal
antara pengguna dan penyedia layanan TI.
B.
Tujuan
1.
Mengidentifikasi
adanya implementasi teknologi infrastruktur library
2.
Memaparkan
aspek-aspek dari implemenasi teknologi library
3.
Menjelaskan
berbagai kerangka yang dilakukan bank mandiri
C.
Batasan Masalah
Agar penelitian didalam makalah ini bisa
lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah
dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang konsep implementasi
technology infrastructure library.
1
===============================================================
Pembahasan
2.1 Sejarah Information Technology Infrstructure Library
(ITIL)
Selama
masa perkembangannya, Information Technology Infrstructure Library (ITIL) telah
mengalami beberapa proses revisi. Pertama, pada tahun 2000 sejumlah 30 buku
teori orisinal ITIL pertama kali diringkas menjadi hanya 7 bersamaan dengan
ITILL V.2 yang baru juga diluncurkan. Masing-masing buku dikemas dengan aspek
manajemen IT modern. Kemudian, ITIL Refresh Project pada tahun 2007
mengonsolidasikan ITIL mnjadi 5 volume yang terdiri dari 26 proses dan fungsi.
Inisiatif ini disebut sebagai ITIL edisi 2007. Lalu, pada tahun 2011, pembaruan
lain yang dijuluki ITIL 2011, diterbitkan sebagai penerus edisi tahun 2007.
Namun, kelima volume sebelumnya tetap ada, dan ITIL 2007 serta ITIL 2011 tidak
mendapatkan pembaruan.
Selanjutnya, information
technology infrastructure library 4 yang dirilis pada 2019 adalah edisi
terkini yang dianggap lebih stabil dan efektif. Teknologi baru ini dapat
mempertahankan fokus yang sama pada proses otomatisasi data, serta meningkatkan
manajemen layanan, dan dapat mengintegrasikan departemen IT ke dalam rencana
bisnis. ITIL 4 juga memperbarui kerangka kerja agar dapat mengakomodasi
dan menyesuaikan kinerja teknologi dan perangkat lunak perusahaan sesuai dengan
standar yang lebih modern. Sejak pembaruan terakhir information
technology infrastructure library, departemen IT perusahaan telah berkembang
menjadi bagian integral dari setiap bisnis. Kerangka kerja baru yang
tersedia telah mengakomodasi lini kerja tim IT agar menjadi lebih gesit,
fleksibel, dan kolaboratif.
2.2 Komponen Informasi Technology Infrastructure Library (ITIL)
Service Support
Service
support adalah suatu penerapan disiplin yang memungkinkan tersedianya pelayanan
TI. Tanpa disiplin ini, teknologi informasi hampir tidak mungkin menyediakan
pelayanan TI yang baik, dan tidak dapat terkelola dengan baik. Disiplin service
support yaitu:
1.
Configuration
management
2.
Incident
Management
3.
Problem
management
4.
Change
management
5.
Service/help
desk
6. Release management
Service Delivery
Aspek dari Service delivery yang terdiri dari Service Level Management, Financial
management for IT Service, Capacity Management, IT Service Continuity dan Availability management menjadi prinsip dalam pengembangan dan melakukan
improvisasi dalam manjaga kualitas IT
Service Delivery. Tujuan dari Service
Delivery adalah untuk melakukan
perbaikan dan secara berangsur-angsur melakukan pengembangan atau perbaikan
dalam menggabungkan IT service quality sampai pada siklus yang tepat, pemantauan, laporan dan
hasil review pada IT service Achievements dan sampai dapat mengganti tingkat layanan yang tidak
sesuai.
2
==================================================================
2.3 Kerangka Informasi Technology Infrastructure Library
(ITIL) untuk Bank Mandiri
Model kerangka best practice dari ITSM
telah diproduksi dan didokumentasikan dalam Information Technology
Infrastructure Library. ITIL memberikan deskripsi detil tentang praktik layanan
TI dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat
disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI. ITIL® v3 terdiri dari lima
bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang
disediakan oleh TI. Kelima bagian tersebut, sebagaimana dijabarkan dalam
referensi resmi ITIL oleh Office Goverment Commerce dalam buku “ITIL v3 -
Service Lifecycle Introduction” (2007), adalah sebagai berikut.
a.
Service Strategy (Strategi Layanan) :
Tahap ini digunakan untuk pengambilan keputusan praktis. Pada tahap siklus ini
peranan dan kebutuhan TI didefinisikan. Berikut dibawah ini penerapan service
strategy yang ada di bank mandiri :
Mengisyaratkan bahwa setiap organisasi harus
memiliki sebuah Strategi Pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas
“services” yang terjadi dalam organisasi. Secara prinsip, strategi ini berisi
bagaimana cara dan mekanisme yang dianut serta perlu dilakukan oleh seluruh
pemangku kepentingan organisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan yang
baik. Dalam service strategy Bank Mandiri jaringan
distribusi luas serta produk dan layanan Bank Mandiri yang terus berkembang
menjadi tantangan tersendiri bagi Bank Mandiri untuk dapat menghadirkan layanan
prima di seluruh contact point dengan nasabah. Layanan prima atau service
excellence merupakan salah satu dari tiga pilar kinerja Bank Mandiri selain
aspek finansial dan GCG.
Pada tahun 2014, komitmen dan kerja keras
kami untuk senantiasa menghadirkan layanan prima kepada nasabah telah
membuahkan hasil dengan kembali diraihnya penghargaan tertinggi di bidang
Service Excellence sebagai :
a. The Best Bank Service Excellence 7 tahun
berturut- turut (2008 s/d 2014).
b. The
Most Consistent Bank in Service Excellence 5 tahun berturut-turut (2010 s/d
2014).
c.
Golden Trophy for Banking Service Excellence 3 tahun berturut (2012 s/d
2014)dalam survey Bank Service Excellence Monitor (BSEM) yang diselenggarakan
oleh Marketing Research Indonesia (MRI) dan Majalah Infobank.
Bank Mandiri memiliki
prinsip dasar pengelolaan pengaduan nasabah di Bank Mandiri yaitu “Welcome
Complaint”. Dengan membuka banyak channel yang dapat diakses, nasabah dapat
dengan mudah menyampaikan pengaduan langsung ke Bank Mandiri tanpa melalui
media massa dan media online yang dapat menurunkan reputasi bank. Sesuai Jiwa
Service Bank Mandiri (Proactive & Timely Solution, Reliable, dan Friendly
& Convenient), penyelesaian pengaduan nasabah dilaksanakan dengan cepat dan
dengan mengacu kepada ketentuan Bank Indonesia.
Merujuk pada total pengaduan
nasabah yang ada di Bank Mandiri serta tujuan Bank Mandiri untuk memenuhi
setiap kebutuhan nasabah dan menciptakan positive customer experience sesuai
Jiwa Service, maka Bank Mandiri terus memperbaiki pengelolaan dan penyelesaian
pengaduan nasabah, termasuk di dalamnya :
B.
Percepatan waktu penyelesaian pengaduan nasabah secara end-to-end
C.
Perbaikan pada 4P (people, product, process, place) dalam rangka
menurunkan jumlah
pengaduan yang sama.
3
===============================================================
b.
Service Design (Desain Layanan) :
Tahap ini merupakan blueprint dari layanan TI. Pada bagian ini layanan TI
didesain untuk memenuhi kebutuhan bisnis, serta mendesain supaya layanan
tersebut bisa diatur (manageable) dan efektif secara biaya (cost effective). Dibawah
ini penerapan service design yang dilakukan oleh bank mandiri :
Memperlihatkan
bagaimana organisasi merancang ekosistem (infrastruktur) teknologi informasi
untuk memenuhi atau melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini,
diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi
dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok, dan unit/divisi
pengguna pada organisasi.
Untuk
memenuhi kebutuhan nasabah yang memiliki mobilitas tinggi dan rutin, saat ini
Bank Mandiri telah mengembangkan layanan kartu prabayar e-Money , Bank Mandiri
juga terus melakukan inovasi digital banking. Sejalan dengan strategi
pengembangan transaksi ritel Mandiri Group, transaksi yang dilakukan nasabah
melalui Mandiri e-channels (ATM, internet, mobile banking).
c.
Service Transition (Transisi Layanan) :
Tahap ini digunakan untuk manajemen perubahan (Change Management),
meminimalisasi resiko, dan menjamin kualitas. Berikut adalah penerapan yang
dilakukan oleh bank mandiri :
Menggambarkan
bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menuju
rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus
dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektif dan tidak terjadi chaos. Tahun 2005
menjadi titik balik, dimana Bank Mandiri memutuskan untuk menjadi Bank yang
unggul di regional (Regional Champion Bank), yang diwujudkan dalam program
transformasi yang dilaksanakan melalui 4 (empat) strategi utama, salah satunya
adalah Pengembangan dan pengelolaan program aliansi antar Direktorat atau
Business Unit. Dalam rangka optimalisasi layanan kepada nasabah, serta untuk
lebih menggali potensi bisnis nasabah eksisting maupun value chain dari nasabah
tersebut.
Proses
transformasi yang telah dijalankan Bank Mandiri sejak tahun 2005 hingga tahun
2010 secara konsisten berhasil meningkatkan kinerja Bank Mandiri, tercermin
dari peningkatan berbagai parameter finansial. Sejalan dengan transformasi
bisnis di atas, Bank Mandiri juga melakukan transformasi budaya dengan
merumuskan kembali nilai-nilai budaya untuk menjadi pedoman pegawai dalam
berperilaku. Yaitu 5 (lima) nilai budaya perusahaan yang disingkat “TIPCE”
yaitu: Kepercayaan (Trust), Integritas (Integrity), Profesionalisme
(Professionalism), Fokus Pada Pelanggan (Customer Focus) dan Kesempurnaan
(Excellence). Pada customer focus Bank Mandiri menggali kebutuhan dan keinginan
pelanggan secara proaktif dan memberikan total solusi, memberikan layanan
terbaik dengan cepat, tepat, mudah, akurat dan mengutamakan kepuasan pelanggan.
Pada tahun 2015, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk mendorong
transformasi sbb:
- Ø
Memperluas
jaringan kantor
- Ø
Meningkatkan
aliansi dan sinergi dengan seluruh segmen bisnis dan anak perusahaan
- Ø
Mendorong
budaya cross-sell, baik antar unit kerja yang menangani segmen Retaildan
Wholesale, termasuk perusahaan anak.
- Ø Menjaga dan meningkatkan kualitas layanan The Best Service Excellence di seluruh lini depan bisnis Bank Mandiri
d.
Service Operation (Operasional Layanan) :
Tahap ini dibutuhkan untuk mendapatkan layanan yang lebih responsif dan stabil.
Pada tahap inilah layanan diberikan. Untuk penerapan didalam bank mandiri
terhadap service operation, berikut adalah pendeskripsiannya
Mendeskripsikan
secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu
pengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para
pelanggan internal maupun eksternal (pemangku kepentingan) akan mendapatkan
langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk
memenuhi kebutuhan nasabah yang memiliki mobilitas tinggi dan rutin, saat ini
Bank Mandiri telah mengembangkan layanan kartu prabayar e-Money yang dapat
dipergunakan di swalayan, SPBU, layanan transportasi seperti Commuter,
transjakarta dan jalan bebas hambatan.
Bank
Mandiri juga terus melakukan inovasi digital banking, melalui pengembangan
rekening tanpa mandiri e-cash adalah uang elektronik berbasis server yang
memanfaatkan teknologi aplikasi di handphone dan USSD, atau yang disebut
sebagai uang tunai di handphone, dimana yang memungkinkan pemegangnya untuk
melakukan transaksi perbankan tanpa harus melakukan pembukaan rekening ke
cabang Bank Mandiri. Keunggulan dari produk ini terletak pada pengalaman social
banking bagi pemegangnya dan merasakan kemudahan dalam penggunaannya. Sejalan
dengan strategi pengembangan transaksi ritel Mandiri Group, transaksi yang
dilakukan nasabah melalui Mandiri e-channels telah meningkat signifikan jauh
melampaui transaksi melalui cabang. Jumlah transaksi e-channels per Desember
2014 mencapai 1,8 miliar transaksi (ATM, internet, mobile banking).
Bank
Mandiri juga terdapat aplikasi untuk melakukan transaksi secara online yang
dimana di dalamnya dapat mengakses : transfer uang antar bank (Transfer ke
sesama Bank Mandiri maupun ke bank lain langsung dari Mandiri Online).
Pembelian dan pembayaran (Beli pulsa dan token PLN, bayar tagihan HP, listrik,
e-commerce, maupun kartu kredit), dapat dilakukan di manapun secara real-time,
Top-up Jadi Mudah (Isi ulang mandiri e-money, mandiri e-cash, GO-PAY, OVO,
M-Tix, dan uang elektronik lainnya), langsung dari Mandiri Online.
Mengingatkan
perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus dari masa ke masa.
Hal ini tidak saja berarti bahwa organisasi yang bersangkutan senantiasa
belajar dan selalu berkembang dari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa
organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.
Bank Mandiri telah mengembangkan Enterprise Risk Management (ERM) yaitu
pengelolaan risiko secara terintegrasi, yang menghubungkan antara strategic
planning, risk appetite, business execution, risk assessment dan performance
evaluation, dalam upaya kami mengoptimalkan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri
Grup sesuai risk-adjusted return serta memaksimalkan shareholder value.
Dengan
ERM, Perusahaan Bank Mandiri memiliki kemampuan untuk menentukan secara tepat
permodalan yang dibutuhkan untuk meng-cover risiko, mengalokasikan modal ke
seluruh lini bisnis secara efisien dan rasional, serta mengidentifikasi peluang
untuk melakukan diversifikasi dan optimalisasi portfolio.
Implementasi
ERM System Bank Mandiri Grup dalam skala yang komprehensif merupakan yang
pertama diterapkan di Indonesia. Keberhasilan penerapan ERM System juga diakui
secara internasional, antara lain oleh The Asian Banker melalui penghargaan The
Asian Banker Risk Management Award untuk kategori Enterprise Risk Management
Project.
Bank
Mandiri terus berupaya mendorong penguatan kolaborasi antar fungsi assurance antara
lain dengan memastikan seluruh risiko yang berpotensi muncul dapat termitigasi
dengan baik, meningkatkan lalu lintas informasi antar unit kerja, dan penegasan
roles & responsibilities. Komitmen Bank Mandiri untuk memastikan fungsi
assurance sebagai enabler pertumbuhan bisnis Perusahaan Bank Mandiri dalam
jangka panjang terus dilakukan secara optimal. Bank Mandiri memiliki strategi
untuk mengintegrasikan bisnis di seluruh segmen yang ada di Bank Mandiri,
termasuk dengan Perusahaan Anak (Integrate the Group). Melalui strategi ini, Bank Mandiri ingin
mendorong budaya cross- sell, baik antar unit kerja yang menangani segmen
Wholesale dan Retail, termasuk dengan perusahaan anak, serta mendorong
regionalisasi bisnis dan mengoptimalkan jaringan distribusi di wilayah.
Bank Mandiri telah selesai melaksanakan transformasi organisasi distribusi, melalui penguatan peran 12 Region untuk meningkatkan penetrasi seluruh segmen bisnis di wilayah. Pada tahun 2015, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk mendorong transformasi sbb:
- Memperluas jaringan kantor
- Meningkatkan aliansi dan sinergi dengan seluruh segmen bisnis dan anak perusahaan
- Mendorong budaya cross-sell, baik antar unit kerja yang menangani segmen Retaildan Wholesale, termasuk perusahaan anak.
- Menjaga dan meningkatkan kualitas layanan The Best Service Excellence di seluruh lini depan bisnis Bank Mandiri
2.4
Implementasi Informasion Technology Infrastructure Library di Bank Mandiri
Fase terakhir adalah Implementation
(Implementasi), pada fase ini semua informasi yang dihasilkan dari fase-fase
sebelumnya diolah menjadi halaman-halaman web konkrit. Fase implementasi
mengambil masukan berupa Object Chunk beserta semua informasinya, Navigational
Model, Site Structure Model, Page Model serta Template dan Style. Dari semua
masukan tersebut kemudian aplikasi web dibangun menggunakan bahasa dan platform
pengembangan yang dipilih.
Dimisalkan basis data yang digunakan
antara lain Oracle, MySQL, MsSQL Excel, dan lain-lain. Kemudian bahasa yang
digunakan dalam pengembangan antara lain ASP, PHP, .NET. Pengembangan desain
secara visual antara lain dengan HTML, XHTML, AJAX dan kustomisasinya dengan menggunakan
CSS (Cascading Style Sheet). Dilihat
dari lima Standar Internasional Manajemen
Pelayanan Teknologi Informasi yang telah disebutkan dibagian kerangka, Bank
Mandiri tentu saja telah memenuhi Standar Internasional Manajemen Pelayanan
Teknologi Informasi. Kemajuan teknologi yang berkembang pesat tentu akan terus
terjadi dan tentunya akan semakin mempermudah kita untuk melakukan kegiatan
sehari-hari.
Pertama kita bisa lihat dari strategi pelayanan Bank Mandiri mendapatkan
berbagai penghargaan dibidang pelayan jadi tidak diragukan lagi strategi
pelayanan Bank Mandiri. Kedua tentang service design Bank Mandiri membuat
berbagai macam inovasi baru dengan membuat seperti e-cash, aplikasi mandiri
online untuk menunjang pelayanan dari Bank Mandiri itu sendiri. Ketiga terdapat
Service transition disini terlihat bagaimana Bank Mandiri bertransformasi untuk
menyediakan layanan yang terbaik agar efektif dan efisien yang diwujudkan melalui
program – program yang telah dirancang oleh Bank Mandiri. Keempat ada service
operation dari sini kita dapet mengetahui dan merasakan manfaat dari
pengelolaan pelayanan Bank Mandiri, seperti e – cash, e – money, m – banking
kita dapat mudah dan cepat melakukan transaksi apapun. Kelima Continual Service Improvementdisini
kita dapat melihat bagaimana Bank Mandiri terus melakukan perbaikan pelayanan
dari masa ke masa untuk mengikuti arus perkembangan teknologi global.
6
=========================================================================
Penutup
A. Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas, diambil
bahwa Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah salah satu
framework ITSM (Information Technology Service Management) yang menyediakan
serangkaian model proses dan fungsi best practice pemberian layanan TI. ITIL
digunakan sebagai panduan dalam usaha penyelarasan proses TI dan proses bisnis,
terutama yang berkaitan dengan manajemen layanan TI. ITIL tersebut memiliki
implementasi diberbagai bidang. Disini saya menggunakan bidang ATM Bank Mandiri
yang menjadi bahan pengimplementasiannya.
Dengan demikian, tidak disangka bahwa
didalam bank mandiri punya caranya tersendiri dalam melakukan implementasinya.
Hal itu membuat Bank Mandiri tentu saja
telah memenuhi Standar Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi
melalui 5 kerangkanya yang telah dijabarkan diatas mulai dari Service Strategy,
Service Design, Service Transition, Service Operation, Continual Service
Improvement. Kemajuan teknologi yang
berkembang pesat tentu akan terus terjadi dan tentunya akan semakin mempermudah
kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
B. Saran
7
=========================================================================
Referensi
https://glints.com/id/lowongan/information-technology-infrastructure-library/#.Yit4SXpBzIV
https://www.researchgate.net/profile/Shofa-Hilabi/publication/337555788_LAYANAN
https://dcckotabumi.ac.id/ojs/index.php/jik/article/download/194/154/
http://shifaninw.blogspot.com/2019/03/penerapan-itil-pada-bank-mandiri.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar