Strategi Pelayanan
(Manajemen Layanan Sistem
Informasi)
Analisis Pelayanan di Bioskop pada
Era New Normal
Ayu Rizqy Utami (10120213)
Kelas:
2KA21
Dosen
Pengampu : Ibu Irawaty
Jurusan Sistem
Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi
Informasi
Universitas Gunadarma
2022
Kata Pengantar
Puji syukur yang
kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan
hidayahNya sehingga pada kali ini kami dapat menyelesaikan tugas laporan hasil
makalah manajemen layanan sistem informasi dengan topik yang sudah diberikan
yaitu Stretegi
Pelayanan. Disini setelah
diberikannya tema, lalu saya mengambil judul untuk makalah saya yaitu Analisis
Pelayanan di Bioskop pada Era New Normal
Adapun tujuan dari pembuatan laporan makalah ini agar para
pembaca diharapkan bisa terbantu dan menerapkannya dengan baik dalam memahami strategi
pelayanan yang ada di Indonesia terutama dalam perkembangan new normal yang
terjadi sekarang pasca covid melandai.
Tepat disini,
kami ingin mengucapkan terimakasih kepada Ibu Irawaty selaku dosen manajemen
layanan sistem informasi yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat
membantu kami dalam menambah wawasan dan etika baik yang dapat diambil.
Jikalau adanya
keterbatasan yang kurang dari makalah ini, kami mengharapkan kritik dan saran
yang dapat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Dengan rasa penuh hormat
kami persembahkan makalah ini dengan penuh terimakasih dan semoga Allah Swt
memberkahi makalah ini agar bisa dinikmati oleh pembaca dan semakin memberikan
manfaat.
Bekasi, 18 maret 2022
Ayu Rizqy Utami
Daftar Isi
2.1 Strategi Kesiapan Pihak
Bioskop dalam New Normal
2.2 Implementasi Kesiapan Bioskop
Memasuki New Normal
2.3 Aspek-aspek kelebihan &
Kekurangan Dibukanya Bioskop
2.4
Perbedaan yang Terlihat antara Sebelum dan Sesudah New Normal
Ø Sesudah Pandemi
dan Memasuki New Normal
2.5
Kuesioner Data Pengunjung Bioskop pada Era New Normal
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Istilah new normal atau kenormalan baru adalah istilah dalam bisnis dan
ekonomi yang merujuk kepada kondisi-kondisi
keuangan usai krisis keuangan (2007-
2008), resesi global (2008–2012), dan berlanjut
pada pandemi Covid-19. New Normal
merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan
aktivitas secara normal, tetapi
dengan ditambah dengan menerapkan protokol
kesehatan guna mencegah terjadinya
penularan Covid-19 lebih banyak lagi. Maka dari
itu, (new normal) tersebut dipakai pada
berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan
bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap
tidak normal atau tidak lazim kini dianggap abnormal
menjadi umum dan diterapkan di
Indonesia dalam masa PSBB ini.
Prinsip yang utama adalah harus bisa
menyesuaikan pola hidup. Secara sosial, kita pasti akan mengalami sesuatu
bentuk, new normal, atau kita harus beradaptasi dengan
beraktivitas, dan bekerja, serta tentunya harus
mengurangi kontak fisik dengan orang lain,
dan menghindari kerumunan, sehingga dilakukan
bekerja, dan sekolah dari rumah.
Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan
dan perilaku baru, ketika pandemi, yang
kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai
semua orang telah menjalankan vaksinasi
maksimal 2 kali karena seperti yang sudah
diketahui Negara Indonesia dan semua Negara
mengalami keparahan akibat adanya Covid-19 yang
menyebar dimana-mana. Setelah
semuanya sudah melakukan vaksinasi dengan
berbagai pertimbangan kegiatan kehidupan
ekonomi dan sosial masyarakat juga harus tetap
berjalan secepatnya. Memang kalau
diamati, Covid-19 ini telah membawa pengaruh
juga perubahan terhadap sendi-sendi
kehidupan ekonomi dan masyarakat.
B. Tujuan
1.
Mengidentifikasi
strategi yang dilakukan pihak bioskop di era new normal
2.
Memaparkan
aspek-aspek dari pelayanan bioskop di era new normal
3.
Menjelaskan
berbagai kerangka dan perbedaan dari pelayanan biskop
C.
Batasan Masalah
Agar penelitian didalam makalah ini bisa
lebih terfokus, terarah, dan tidak meluas dari pembahasan yang telah
dimaksudkan, maka penelitian ini akan memfokuskan tentang strategi pelayanan di
biskop pada era new normal.
Pembahasan
2.1 Strategi Kesiapan Pihak Bioskop dalam New Normal
Bioskop
adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Gambar
film diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Seiring berjalannya
kemodernan teknologi di Indonesia, sekarang biskop sudah terletak dimana-mana
dan terdapat di dalam mall besar. Seperti yang telah diketahui hampir semua
Negara dibelahan dunia termasuk Indonesia mengalami keparahan yang sangat besar
yaitu munculnya Covid-19 yang dimulai tahun 2020 sehingga menyebabkan
kelumpuhan pergerakan operasi bisnis, ekonomi, pariwisata, serta kegaiatan
belajar mengajar. Yang menjadi titik poinnya, semua orang harus melakukan
pekerjaan dari rumah dan bahkan harus stay dirumah selalu hingga waktu yang
belum bisa ditentukan sebelum adanya fase new normal.
Namun, berbeda dalam kasus perbioskopan
karena tidak bisa dilakukan apapun dari rumah karena memang pengoperasiannya
hanya bisa dilakukan didalam tempat bioskopnya. Tidak hanya bioskop, namun mall
pun ikut terdampak akibat Covid-19 ini dan terpaksa tidak boleh beroperasi
dahulu karena ditakutkan akan memperparah keadaan. Dikarenakan akses mall
ditutup yang mana merupakan akses masuknya bisokop juga, hal itu membuat
bioskop terpaksa ditutup sementara hingga ada pemberitahuan dari pemerintah
untuk bolehnya menonton dibioskop kembali.
Seiring berjalannya waktu wacana demi wacana, tepat satu tahun dan semua
orang telah melakukan vaksinasi maksimal 2 kali, agar dunia hiburan perfilman
dan ekonomi tidak makin menyusut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mempertimbangkan untuk meninjau kesiapan
penerapan protokol new normal untuk diperbolehkan kembalinya menonton
dibioskop. Kesiapan ini dilakukan secara bertahap dan perlahan sambil melihat
frekuensi naik turunnya Covid-19 yang ada di Indonesia. Peninjauan yang
dilakukan untuk kesiapan dibuka kembalinya bioskop adalah diterapkannya bagian
dari agenda panduan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environmental
Sustainability (CHSE) untuk sektor bioskop, restoran, dan hotel.
Dengan adanya kesiapan tersebut, bioskop
dibuka dengan timbulnya banyak perbedaan dan dilakukannya berbgai tahapan untuk
memasukinya. Untuk pertama kalinya dibuka, bioskop tergolong masih sepi,
dikarenakan masih adanya orang-orang yang takut dengan virus Covid-19 itu. Setelah
sekian lama berjalan dengan berbagai protokol yang harus dilakukan dan ditambah
hadirnya film-film yang makin menarik untuk menghibur dikeadaan sendu Covid-19,
bioskop jadi ramai pengunjung kembali dengan prokes-prokes yang wajib
dilakukan.
2.2 Implementasi
Kesiapan Bioskop Memasuki New Normal
Kesiapan rencana
untuk mengoperasikan bioskop kembali dilakukan berbagai implementasi yang harus
diterapkan. Dibukanya bioskop tidak semana-mena hanya untuk meningkatkan
pendapatan saja, namun harus membuat pengunjung yang menonton aman dan nyaman
selama proses new normal berlangsung, maka dari itu harus diutamakan protokol
kesehatan dan social distancing serta akan adanya berbagai peraturan yang harus
ditaati. Akan ada 2 implementasi dalam kesiapan ini, berikut penjabarannya :
Ø Pengoperasian
yang diwajibkan pemerintah untuk kesiapan bioskop
1. Dilakukannya
jeda 1 kursi untuk menonton, agar tidak adanya sentuh menyentuh antar orang
yang satu dengan yang lain
2. Menyediakan
tempat transaksi pembelian tiket online maupun scan otomatis yang sudah dibeli
dari rumah
3. Jumlah
penonton harus dibatasi sebesar 50%
4. Setelah
tontonan selesai, diharapkan untuk petugas langsung membersihkan area studio
dan menyemprotkan disinfektan
5. Adanya
larangan untuk berkerumun diarea lorong bioskop
6. Petugas
biskop harus menggnakan masker dan face shield serta sarung tangan jika perlu
7. Jika
memang tersendat buru-buru tidak bisa memesan tiket secara online, pihak
bioskop harus memasang sekat berupa mika plastic yang digunakan sebagai jarak
anatara pembeli dan petugas
Ø Akses Pengunjung
sebelum Memasuki Bioskop
1. Pengnjung
diwajibkan untuk scan barcode pada aplikasi peduli lindungi
2. Pengunjung
harus memakai masker
3. Pengunjung
akan diarahkan petugas untuk mencuci tangan atau diberi cairan sanitizer
4. Pengunjung
dilarang berekerumun dan berisik
5. Pengunjung
duduk distudio sesuai nomor yang telah dipesan
6. Pengunjung
tidak boleh membuang sampah makanan dan minuman sembarangan
2.3 Aspek-aspek Kelebihan & Kekurangan Dibukanya Bioskop
Dibukanya kembali biskop di era new
normal ini punya aspeknya tersendiri, dari mulai timbulnya kelebihan serta
kekurangan yang ada. Namun dengan adanya itu bioskop yang berada didalam mall
tetap beroperasi sesuai protokol yang semestinya diterapkan dengan baik yang
menayangkan film-film terbaru yang menarik.
Ø Kelebihan yang terlihat
a.
Dapat meningkatkan imunitas rasa senang dengan
menonton bioskop
b.
Melepas rasa rindu satu tahun tidak menonton
dibioskop
c.
Menjadi penyemangat di industry hiburan
perfilman untuk berperan kembali
d.
Berkurangnya masyarakat yang menonton film
bajakan
e.
Manambah rasa quality time untuk diri sendiri
maupun bersama yang lain
f.
Film-film yang ditanyangkan semakin luarbiasa
Ø Kekurangan yang ada
a.
Untuk sebagian orang yang tidak mengerti cara
membeli tiket secara online, akan terlihat rumit
b.
Terkadang jika kuota sudah limit dan tidak bis
ascan barcode peduli lindungi itu akan memakan wakt yang cukup lama
c.
Masih ada segelintir orang yang parno
d.
Masih ada kerumunan yang sering terjadi ditempat
tunggu sebelum jadwal wktu memasuki studio bioskop
2.4
Perbedaan yang Terlihat antara Sebelum dan Sesudah New Normal
Ø Sebelum Pandemi
Sudah terlihat dengan jelas
dua gambar disamping kiri adalah potret studio bioskop pada saat sebelum
adanya pandemic Covid-19 yang menyebar ke belahan dunia. Didalam potret
tersebut terlihat nyata sekali kebersamaan tanpa adanya jeda kursi antara
pengunjung satu dengan yang lainnya. Ketika menonton tidak perlu susah payah pakai masker dan tidak merasakan pengap yang terjadi saat memakai masker.
Ø Sesudah Pandemi dan Memasuki New Normal
Untuk
dua gambar yang berada disamping kanan merupakan saat berjalannya new normal
dan dibolehkannya nonton di bioskop. Sudah terlhat jelas di bangkunya terdapat
tanda silang yang artinya bangku tersebut tidak boleh diduduki dan terdapat
jeda bangku. Ketika film dimulai hingga selesai pengunjung harus memakai masker
dan menerapkan protokol yang sudah tertera sebelum masuk ke studio. Kendati
demikian terlihat juga wajah bahagia karena rindu sudah lama tidak nonton
dibioskop
2.5 Kuesioner Data Pengunjung Bioskop pada Era New Normal
Ø Data Pengunjung Perempuan
|
Pertanyaan |
Jawaban Pengunjung |
|
Apa yang anda rasakan saat menonton bioskop dengan masker ? |
|
|
Menurut pandangan anda ketika datang ke bioskop apakah protokol
kesehatan yang dilakukan pihak bioskop dan para pengunjung berjalan dengan
teratur ? |
|
|
Dengan diberlakukannya untuk membeli tiket online apakah menurut anda
itu merupakan hal yang rumit ? |
|
|
Apa pendapat anda duduk distudio dengan diberi jeda 1 kursi merupakan
hal benar yang perlu dilakukan di era new normal ? |
iya, lebih terasa jarak antara penonton dan lebih nyaman |
|
Apakah menurut anda masih diperlukan dengan adanya scan barcode
peduli lindungi untuk masuk ke bioskop ? |
|
|
Selama menonton bioskop pada era new normal apa yang anda rasakan ? |
tidak terlalu ramai seperti sebelum adanya era new normal |
Ø Data Pengunjung Laki-laki
|
Pertanyaan |
Jawaban Pengunjung |
|
Apa yang anda rasakan saat menonton bioskop dengan masker ? |
engap |
|
Menurut pandangan anda ketika datang ke bioskop apakah protokol
kesehatan yang dilakukan pihak bioskop dan para pengunjung berjalan dengan
teratur ? |
iya |
|
Dengan diberlakukannya untuk membeli tiket online apakah menurut anda
itu merupakan hal yang rumit ? |
tidak juga |
|
Apa pendapat anda duduk distudio dengan diberi jeda 1 kursi merupakan
hal benar yang perlu dilakukan di era new normal ? |
iya |
|
Apakah menurut anda masih diperlukan dengan adanya scan barcode
peduli lindungi untuk masuk ke bioskop ? |
perlu |
|
Selama menonton bioskop pada era new normal apa yang anda rasakan ? |
nyaman-nyaman
saja |
=========================================================================
Bab
III
Penutup
A. Kesimpulan
Dibutuhkan
keseriusan dunia hiburan yang ditampilkan dibioskop dalam memasuki Era New
Normal dengan strategi yang tepat dan kuat. Belajar dari hasil penelitian selama
pertama kali ditinjau oleh Menparekraf hingga sekarang, XX1 Cileugsi, CGV BTC, dan
CGV Mega Bekasi telah membuat beberapa langkah strategis menyambut Era New
Normal. Strategi tersebut adalah pertama meningkatkan keberlangsungannya
protokol kesehatan dan social distancing serta hal lain yang perlu diterapkan
supaya tidak adanya kasus Covid-19 yang tersebar melalui studio bioskop.
Dengan
diresmikan bukanya bioskop oleh Menparekraf, maka para pengnjung dan pihak
bioskop harus sama-sama menaati peraturan yang sudah diberikan agar terciptanya
suasana menonton yang aman dan juga nyaman tanpa adanya ketakutan untuk
menonton dibioskop sehingga bisa mengrangi untuk menonton hal yang bajakan.
B. Saran
- Ø Diharapkan tidak adanya kerumunan disepanjang lorong
bioskop sebelum memasuki teatre studio sesuai jam yang telah ditentukan
- Ø Jangan sampai sekalipun melanggar kebijakan protokol yang harus ditaati, supaya semuanya aman dan bioskop akan terus dibuka
Daftar Pustaka
Referensi
https://industri.kontan.co.id/news/bioskop-sudah-dibuka-perhatikan-penerapan-prokesnya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar