Bisnis Pemula
(Manajemen Layanan Sistem Informasi)
MayB Franchise
: Makaroni Basah
Nama
Ayu Rizqy Utami
Kelas : 2KA21
Dosen Pengampu : Ibu Irawaty
Jurusan Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer dan
Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2022
Kata
Pengantar
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
makalah di mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi ini
Adapun
makalah di mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi yang berjudul Seblak
telah saya usahakan semaksimal mungkin, sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa
ada kekurangan baik dari aspek penyusun bahasanya maupun dari aspek lainnya.
Oleh karena itu, saya membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi
saran dan kritik kepada saya sehingga saya dapat memperbaiki makalah ini.
Akhirnya,
saya mempersembahkan dan mengharapkan semoga dari makalah ini kita dapat
mengambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap
pembaca.
Bekasi,
14 Mei 2022
Ayu
Rizqy Utami
Daftar
Isi
2.1.4 Target
Pemasaran dan Strategi Harga
2.1.5 Kelebihan
yang Ditawarkan
2.2.1
Bahan-bahan yang Diperlukan
2.3.1 Metode
Pembayaran dan Penyebarluasan
Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
Saat
ini, sudah banyak sekali beredar serta ditawarkan berbagai macam franchise. Franchise hadir didalam sebuah toko, kedai, restaurant, mall,
warung, bahkan dirumah-rumah setempat.
Franchise yang ditawarkan sangan bervariatif ditiap sudut tempat dengan
berbagai rasa yang relatif bermacam-macam sehingga pengunjung yang datang dapat
membeli sesuai selera rasa yang diinginkan. Franchise
yang beredar dibuat dari berbagai kalangan usia, dari yang sudah orangtua
bahkan remaja yang mahir dalam membuat adonan makanan ataupun minuman. Sehingga
dari situlah timbul banyak pesaing penjual franchise
satu dengan yang lainnya. Untuk itu, diperlukan ciri khas agar terasa
perbedaannya ditiap tempat.
Franchise
memiliki daya tariknya sendiri untuk tiap-tiap kalangan targetnya. Kebanyakan
dari pembuat franchise memang menargetkan apa yang dibuatnya kepada bintang
Gen-Z yaitu para remaja yang sangat menyukai makanan. Gimana tidak bisa
dibilang penyuka makanan, karena tiap galau, sedih, dan senang para remaja
memilih makanan untuk mengobati dan merayakan keadaan hatinya. Salah satu
makanan yang disukai remaja yaitu makaroni basah. Sebetulnya makanan tersebut
masih jarang beredar ditiap sudut tempat,. Dikarenakan masih jarang beredar,
tiap penjual memiliki cara masak dan bumbunya sendiri buat diserbu oleh
pengunjungnya. Jadi, pasti ada aja remaja yang akan langganan dengan si penjual
tersebut.
Salah
satunya saya yang mau mencoba menjual makaroni basah. Awal mula saya mau
membuat bisnis tersebut dikarenakan saya sangat suka makaroni basah dan hampir
setiap saat mau terus. Tapi, yang menjadi permasalahan adalah penjual makaroni
langganan saya jauh buat dijangkau. Untuk itu, saya menciptakannya sendiri
dengan bumbu racikan yang berbeda.
1.2
Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah
untuk memberitahu bahwa franchise pembuatan makaroni basah yang saya buat bisa
sangat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.
1.3
Batasan Masalah
a.
Ruang lingkup
pembahasan hanya meliputi tentang makaroni basah
b.
Informasi yang
disajikan berupa : model bisnisnya, cara pengolahan, bahan-bahan yang dipakai,
kelebihan, target market, cara pembayaran, serta profitnya.
Bab
II
Pembahasan
2.1 Awal Pengembangan
Proses awal pengembangan secara detail sangat
diperlukan dalam sebuah bisnis yang akan berdiri. Bisnis pemula yang akan
berdiri akan sangat rentan jika proses awal pengembangannya tidak dipikarkan
matang-matang, dikarenakan banyak sekali pesaing yang sudah beredar dimana-mana
menjajakan bisnisnya. Oleh karena itu semua komponennya dari besar sampai yang
kecil harus terdeteksi dan sudah dilakukan riset yang stabil supaya bisa
bertahan lama dan dinikmati.
2.1.1 Model Bisnis
Model yang saya gunakan untuk membangun
bisnis ini yaitu berupa franchise.
Model bisnis ini lebih dikenal dengan istilah waralaba. Konsepnya ketika
seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari awal.
Namun, cukup menggunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, dan membayar
uang kompensasi kerjasama yang dilakukan. Di sisi lain, juga bisa menciptakan
sebuah bisnis franchise sendiri. Bisa
dimulai dengan membuka bisnis yang mampu menarik konsumen. Dan setelah
berkembang, bisa menawarkan kerjasama franchise
kepada pihak lain. Franchise dapat memperluas
dan mendistribusikan barang atau jasa dengan lisensi dagang
2.1.2 Komponen Bisnis
Komponen bisnis yang
saya akan buat termasuk ke dalam franchisor.
Franchisor adalah komponen yang pertama atau bisa disebut pihak pertama adalah franchisor atau pemilik merk dagang/usaha.
Adapun, pihak pertama ini adalah pihak yang memberikan bisnisnya kepada pihak
lain yang bisa berbentuk badan usaha ataupun bahkan bisnis perseorangan.
Keuntungan
memegang waralaba tentu jauh berbeda dari membuka usaha biasa. Waralaba
mendapatkan pemasukan dari penjualan usaha sendiri serta fee yang diserahkan
para franchise. Namun untuk sekarang
karena bisnis saa tergolong masih pemula, proses franchisor ditiadakan dulu.
Setelah sekiranya bisnisnya sudah besar maka untuk melakukan franchisor dibuka.
2.1.3 Pembentukan Bisnis
Seperti yang sudah dikatakan diawal
pendahuluan, saya mencoba merintis bisnis melalui model franchise dengan
membuat makaroni basah. Produksi bisnis makaroni basah masih terbilang jarang
dilingkungan saya dan sulit untuk dijangkau. Untuk mendapatkannya harus
menempuh perjalanan terlebih dahulu sekitar 12 menitan. Untuk itu saya berani
untuk mencoba membuat sendiri bisnis makaroni basah ini. Sehingga saya dan
penyuka makaroni basah lainnya tidak perlu repot-repot menempuh 12 menit untuk
mendapatkannya. Untuk brand bisnis, saya menamainya dengan MayB. Dari nama MayB
tersebut terdapat arti yaitu, untuk huruf besar M dan B adalah pengambilan tiap
awal dari kata Mood Booster, supaya
apa yang saya jual bisa membuat suasana yang baik untuk para pembeli, sedangkan
untuk huruf kecil ay adalah nama awal panggilan saya, karena saya membuat itu
berarti saya menyukainya.
Untuk modal awal pembentukan bisnis
ini ada campur tangan orangtua juga, jadi kita melakukan patungan agar hasilnya
bisa memuaska. Kalau biacara omponen-kompenen, dari yang besar hingga kecil
seperti printilan sudah sangat dipersiapkan agar tidak terjadi kendala yang
tidak diinginkan. Dalam pembuatan makaroni basah ini saya berguru dengan bibi
saya di Jakarta, karena beliau ahli sekali dalam pembuatan cemilan-cemilan.
Untuk percobaan target distribusi saya belum mau mencobanya, dikarenakan saya
mau fokus untuk proses menjualnya sendiri terlebih dahulu.
2.1.4 Target Pemasaran dan Strategi
Harga
Target pemasaran makaroni basah ini awalnya
diperuntukkan kepada Gen-Z yaitu para remaja yang sangat aktif hamper disetiap
tahun menyukai tiap cita rasa dalam segala kondisi suasana. Namun ternyata
setelah dilakukan riset percobaan ke orangtua, mereka suka dengan rasanya. Jadi
sudah dipastikan bahwa makaroni yang saya buat bisa dinikmati oleh berbagai
kalangan usia.
Untuk masalah harga seperti yang sudah
kita tahu, anak kecil gemar sekali jajan untuk itu kita kita menaruh taksiran
standar pada umumnya yang dimulai dengan Rp.3.000-Rp.10.000. Serta terdapat
penambahan harga topping yang dimulai dari harga Rp.3.000-Rp.6.000. Jadi
siapapun yang ingin membeli makaroni basah tidak perlu keberatan mengeluarkan
uang yang besar untuk membelinya.
2.1.5 Kelebihan yang Ditawarkan
Walaupun
bisnis makaroni basah masih jarang dilingkungan ini, tetep saja apapun yang di
bikin harus punya ciri khasnya yang menjadi pembeda antara satu dengan yang
lain supaya bisa menjadi langganan tetap. Pada umumnya makaroni basah yang
dijual cepat proses pengolahannya, setelah makaroni direbus dan ditiriskan
langsung dikasih bumbu lalu di aduk sampai rata dan dimasukkan di mika. Tapi
untuk makaroni basah yang saya jual cukup berbeda. saya melakukan penumisan dan
memakai racikan bumbu yang dibikin bukan instan yang didagangkan serta diberi
topping untuk pembelian Rp.10.000. Dan bisa juga ada penambahan pembelian
sesuai topping
2.2 Pengolahan
Setelah
pengenalan pengembangan brand MayB, dilanjut dengan proses pengolahan dari
makaroni basahnya. Bahan-bahan dan cara pembuatannya terbilang mudah dan yang
pasti rasanya enak bikin mau nambah berkali-kali.
2.2.1 Bahan-bahan yang Diperlukan
Untuk bahan-bahan dalam pembuatan makaroni
basah ini mudah dijangkau da nada dimana-mana, sehingga tidak perlu takut
kehabisan. Seperti yang kita ketahui juga dalam membuat bisnis harus
pintar-pintar mencari harga bahan yang pas dan dengan kondisi yang sangat
bagus. Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan :
Ø Makaroni mentah Untuk penambahan topping
optional :
Ø Bawang putih - Keju mozarella
Ø Cabe merah - Baso
Ø Cabe rawit - Sosis
Ø Kencur - Jamur enoki
Ø Telur
Ø Daun bawang
2.2.2 Proses Pembuatan
Untuk proses pembuatan dilakukan
didalam rumah yaitu didapur dengan memakai peralatan dapur yang sudah tersedia.
Cara pembuatannya seperti ini :
Ø Rebuslah makaroni mentah yang sudah dibeli sekitar
30 menit supaya makaroni chewy dan tidak keras
Ø Kupaslah bawang, bersihkan kencur setelah itu cuci
bersamaan dengan cabai
Ø Blenderlah bawang, kencur, serta cabai dan diberi
bumbu secukupnya
Ø Tumislah bumbu tadi yang sudah diblender dengan
makaroni, lalu diberi air dan ditunggu hingga matang
Ø Letakkanlah didalam mika atau sterofoam box dan
diberi topping
2.3 Tata Kelola
Hal terakhir yang tidak boleh dilupakan ada
tata kelola manajemen dalam sebuah bisnis. Selain bahan-bahan yang harus pintar
dicarinya, manajemen keuangan juga harus dilakukan dengan teliti dan pintar
supaya tidak ada kesalahan dan mencapai keuntungan yang baik.
2.3.1 Metode Pembayaran dan
Penyebarluasan
Penyebarkan info jualan ini
dikarenakan makaroni basah adalah makanan yang harus dimasak terlebih dahulu,
untuk di wa atau ig kita mengadakan po serentak dihari yang sama, untuk yang
membeli langsung kerumah akan menunggu hingga matang, dan yang opsi terakhir
adalah grabfood. Untuk metode pembayaran yang digunakan lebih seringnya adalah
sistem cod, namun untuk mempermudah dan mempercepat pemrosesan kita membuka via
transfer bank, dana, dan ovo.
2.3.2 Profit
Untuk uang yang diperoleh akan
dihitung tiap harinya dan akan dibandingkan dengan modal pengeluaran dengan apa
saja yang dibeli. Untuk mengetahui jejak keuntungan sudah sampai mana akan
dihitung kembali di akhir bulan dan dilakukan pentotalan sehingga nantinya akan
diambil kesimpulan dan evaluasi bagaimana kinerja yang sudah dilakukan pada
bulan tersebut.
2.4 Penunjukkan Gambar
Dibawah ini adalah foto makaroni basah
yang diambil setelah proses pemasakan selesai.
Penutup
3.1 Kesimpulan
Setiap kalangan usia dapat menciptakan
bisnisnya sendiri dengan branding yang diinginkan, yang penting dalam sebuah
pembuatan suatu bisnis dipersiapkan secara matang dan telah melakukan proses
riset yang baik dan teliti supaya jerih payah yang telah dilakukan tidak
terbuang sia-sia sehingga bisa dinikmati dan disukai oleh banyak orang dan bisa
mendapatkan keuntungan yang baik juga. Jangan pernah takut untuk mencoba apa
yang belum terjadi. Dan apapun yang ingin dicoba juga harus berdasarkan sama
yang disukai agar kedepannya bisa berjalan dengan lancer terus tanpa ada
keluhan yang besar.
Sebagai bisnis pemula jangan sampai
cepat terbawa arus atau menyerah, karena hal itu bisa membuat parah bisnis yang
mau coba dibentuk. Gapapa gagal diawal karena itu termasuk proses dalam
penyocokan diri yang lama-lama bisa jadi terbiasa dan bisnis tersebut bisa jadi
besar.
3.2 Saran
Jangan lupa untuk berikan ciri khas untuk bisnis yang akan dibuat supaya menjadi pembeda yang bisa dikenal oleh banyak orang
Referensi
https://www.ireappos.com/news/id/mari-mengenal-lebih-baik-konsep-franchisor/
https://www.mas-software.com/blog/waralaba-adalah
https://kamus.tokopedia.com/f/franchise/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar