Sabtu, 14 Mei 2022

MayB Franchise : Makaroni Basah

 

Bisnis Pemula

(Manajemen Layanan Sistem Informasi)

MayB Franchise : Makaroni Basah




 

Nama

Ayu Rizqy Utami

Kelas : 2KA21

Dosen Pengampu : Ibu Irawaty

 

Jurusan Sistem Informasi

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma

2022


Kata Pengantar

 

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah di mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi ini

Adapun makalah di mata kuliah Manajemen Layanan Sistem Informasi yang berjudul Seblak telah saya usahakan semaksimal mungkin, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Namun tidak lepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari aspek penyusun bahasanya maupun dari aspek lainnya. Oleh karena itu, saya membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada saya sehingga saya dapat memperbaiki makalah ini.

Akhirnya, saya mempersembahkan dan mengharapkan semoga dari makalah ini kita dapat mengambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

 

 

Bekasi, 14 Mei 2022

 

 

Ayu Rizqy Utami

 

 

 

Daftar Isi

 

 

Kata Pengantar. i

Daftar Isi ii

Bab I. 1

Pendahuluan. 1

1.1        Latar Belakang. 1

1.2        Tujuan. 1

1.3        Batasan Masalah. 1

Bab II. 2

Pembahasan. 2

2.1 Awal Pengembangan. 2

2.1.1 Model Bisnis. 2

2.1.2 Komponen Bisnis. 2

2.1.3 Pembentukan Bisnis. 2

2.1.4 Target Pemasaran dan Strategi Harga. 3

2.1.5 Kelebihan yang Ditawarkan. 3

2.2 Pengolahan. 3

2.2.1 Bahan-bahan yang Diperlukan. 3

2.2.2 Proses Pembuatan. 4

2.3 Tata Kelola. 4

2.3.1 Metode Pembayaran dan Penyebarluasan. 4

2.3.2 Profit. 4

2.4 Penunjukkan Gambar. 5

Bab III. 6

Penutup. 6

3.1 Kesimpulan. 6

3.2 Saran. 6

Daftar Pustaka. 7

Referensi 7

 

 

 

                                                                          Bab I

Pendahuluan

 

 

1.1    Latar Belakang

              Saat ini, sudah banyak sekali beredar serta ditawarkan berbagai macam franchise. Franchise hadir didalam sebuah toko, kedai, restaurant, mall, warung, bahkan dirumah-rumah setempat. Franchise yang ditawarkan sangan bervariatif ditiap sudut tempat dengan berbagai rasa yang relatif bermacam-macam sehingga pengunjung yang datang dapat membeli sesuai selera rasa yang diinginkan. Franchise yang beredar dibuat dari berbagai kalangan usia, dari yang sudah orangtua bahkan remaja yang mahir dalam membuat adonan makanan ataupun minuman. Sehingga dari situlah timbul banyak pesaing penjual franchise satu dengan yang lainnya. Untuk itu, diperlukan ciri khas agar terasa perbedaannya ditiap tempat.

            Franchise memiliki daya tariknya sendiri untuk tiap-tiap kalangan targetnya. Kebanyakan dari pembuat franchise memang menargetkan apa yang dibuatnya kepada bintang Gen-Z yaitu para remaja yang sangat menyukai makanan. Gimana tidak bisa dibilang penyuka makanan, karena tiap galau, sedih, dan senang para remaja memilih makanan untuk mengobati dan merayakan keadaan hatinya. Salah satu makanan yang disukai remaja yaitu makaroni basah. Sebetulnya makanan tersebut masih jarang beredar ditiap sudut tempat,. Dikarenakan masih jarang beredar, tiap penjual memiliki cara masak dan bumbunya sendiri buat diserbu oleh pengunjungnya. Jadi, pasti ada aja remaja yang akan langganan dengan si penjual tersebut.

          Salah satunya saya yang mau mencoba menjual makaroni basah. Awal mula saya mau membuat bisnis tersebut dikarenakan saya sangat suka makaroni basah dan hampir setiap saat mau terus. Tapi, yang menjadi permasalahan adalah penjual makaroni langganan saya jauh buat dijangkau. Untuk itu, saya menciptakannya sendiri dengan bumbu racikan yang berbeda.

 

1.2    Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberitahu bahwa franchise pembuatan makaroni basah yang saya buat bisa sangat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

 

1.3    Batasan Masalah

a.       Ruang lingkup pembahasan hanya meliputi tentang makaroni basah

b.      Informasi yang disajikan berupa : model bisnisnya, cara pengolahan, bahan-bahan yang dipakai, kelebihan, target market, cara pembayaran, serta profitnya.

 

Bab II

Pembahasan

 

2.1 Awal Pengembangan

       Proses awal pengembangan secara detail sangat diperlukan dalam sebuah bisnis yang akan berdiri. Bisnis pemula yang akan berdiri akan sangat rentan jika proses awal pengembangannya tidak dipikarkan matang-matang, dikarenakan banyak sekali pesaing yang sudah beredar dimana-mana menjajakan bisnisnya. Oleh karena itu semua komponennya dari besar sampai yang kecil harus terdeteksi dan sudah dilakukan riset yang stabil supaya bisa bertahan lama dan dinikmati.

2.1.1 Model Bisnis

       Model yang saya gunakan untuk membangun bisnis ini yaitu berupa franchise. Model bisnis ini lebih dikenal dengan istilah waralaba. Konsepnya ketika seseorang ingin memulai bisnis, tidak perlu membuat bisnis sendiri dari awal. Namun, cukup menggunakan model yang sudah ada dari brand tertentu, dan membayar uang kompensasi kerjasama yang dilakukan. Di sisi lain, juga bisa menciptakan sebuah bisnis franchise sendiri. Bisa dimulai dengan membuka bisnis yang mampu menarik konsumen. Dan setelah berkembang, bisa menawarkan kerjasama franchise kepada pihak lain. Franchise dapat memperluas dan mendistribusikan barang atau jasa dengan lisensi dagang

2.1.2 Komponen Bisnis

           Komponen bisnis yang saya akan buat termasuk ke dalam franchisor. Franchisor adalah komponen yang pertama atau bisa disebut pihak pertama adalah franchisor atau pemilik merk dagang/usaha. Adapun, pihak pertama ini adalah pihak yang memberikan bisnisnya kepada pihak lain yang bisa berbentuk badan usaha ataupun bahkan bisnis perseorangan. Keuntungan memegang waralaba tentu jauh berbeda dari membuka usaha biasa. Waralaba mendapatkan pemasukan dari penjualan usaha sendiri serta fee yang diserahkan para franchise. Namun untuk sekarang karena bisnis saa tergolong masih pemula, proses franchisor ditiadakan dulu. Setelah sekiranya bisnisnya sudah besar maka untuk melakukan franchisor dibuka.

2.1.3 Pembentukan Bisnis

           Seperti yang sudah dikatakan diawal pendahuluan, saya mencoba merintis bisnis melalui model franchise dengan membuat makaroni basah. Produksi bisnis makaroni basah masih terbilang jarang dilingkungan saya dan sulit untuk dijangkau. Untuk mendapatkannya harus menempuh perjalanan terlebih dahulu sekitar 12 menitan. Untuk itu saya berani untuk mencoba membuat sendiri bisnis makaroni basah ini. Sehingga saya dan penyuka makaroni basah lainnya tidak perlu repot-repot menempuh 12 menit untuk mendapatkannya. Untuk brand bisnis, saya menamainya dengan MayB. Dari nama MayB tersebut terdapat arti yaitu, untuk huruf besar M dan B adalah pengambilan tiap awal dari kata Mood Booster, supaya apa yang saya jual bisa membuat suasana yang baik untuk para pembeli, sedangkan untuk huruf kecil ay adalah nama awal panggilan saya, karena saya membuat itu berarti saya menyukainya.

         Untuk modal awal pembentukan bisnis ini ada campur tangan orangtua juga, jadi kita melakukan patungan agar hasilnya bisa memuaska. Kalau biacara omponen-kompenen, dari yang besar hingga kecil seperti printilan sudah sangat dipersiapkan agar tidak terjadi kendala yang tidak diinginkan. Dalam pembuatan makaroni basah ini saya berguru dengan bibi saya di Jakarta, karena beliau ahli sekali dalam pembuatan cemilan-cemilan. Untuk percobaan target distribusi saya belum mau mencobanya, dikarenakan saya mau fokus untuk proses menjualnya sendiri terlebih dahulu.

2.1.4 Target Pemasaran dan Strategi Harga

      Target pemasaran makaroni basah ini awalnya diperuntukkan kepada Gen-Z yaitu para remaja yang sangat aktif hamper disetiap tahun menyukai tiap cita rasa dalam segala kondisi suasana. Namun ternyata setelah dilakukan riset percobaan ke orangtua, mereka suka dengan rasanya. Jadi sudah dipastikan bahwa makaroni yang saya buat bisa dinikmati oleh berbagai kalangan usia.

       Untuk masalah harga seperti yang sudah kita tahu, anak kecil gemar sekali jajan untuk itu kita kita menaruh taksiran standar pada umumnya yang dimulai dengan Rp.3.000-Rp.10.000. Serta terdapat penambahan harga topping yang dimulai dari harga Rp.3.000-Rp.6.000. Jadi siapapun yang ingin membeli makaroni basah tidak perlu keberatan mengeluarkan uang yang besar untuk membelinya.

2.1.5 Kelebihan yang Ditawarkan

         Walaupun bisnis makaroni basah masih jarang dilingkungan ini, tetep saja apapun yang di bikin harus punya ciri khasnya yang menjadi pembeda antara satu dengan yang lain supaya bisa menjadi langganan tetap. Pada umumnya makaroni basah yang dijual cepat proses pengolahannya, setelah makaroni direbus dan ditiriskan langsung dikasih bumbu lalu di aduk sampai rata dan dimasukkan di mika. Tapi untuk makaroni basah yang saya jual cukup berbeda. saya melakukan penumisan dan memakai racikan bumbu yang dibikin bukan instan yang didagangkan serta diberi topping untuk pembelian Rp.10.000. Dan bisa juga ada penambahan pembelian sesuai topping

 

2.2 Pengolahan

        Setelah pengenalan pengembangan brand MayB, dilanjut dengan proses pengolahan dari makaroni basahnya. Bahan-bahan dan cara pembuatannya terbilang mudah dan yang pasti rasanya enak bikin mau nambah berkali-kali.

2.2.1 Bahan-bahan yang Diperlukan

        Untuk bahan-bahan dalam pembuatan makaroni basah ini mudah dijangkau da nada dimana-mana, sehingga tidak perlu takut kehabisan. Seperti yang kita ketahui juga dalam membuat bisnis harus pintar-pintar mencari harga bahan yang pas dan dengan kondisi yang sangat bagus. Berikut adalah bahan-bahan yang diperlukan :

Ø  Makaroni mentah                 Untuk penambahan topping optional :

Ø  Bawang putih                         - Keju mozarella

Ø  Cabe merah                            - Baso

Ø  Cabe rawit                              - Sosis

Ø  Kencur                                    - Jamur enoki

Ø  Telur

Ø  Daun bawang

 

2.2.2 Proses Pembuatan

            Untuk proses pembuatan dilakukan didalam rumah yaitu didapur dengan memakai peralatan dapur yang sudah tersedia. Cara pembuatannya seperti ini :

Ø  Rebuslah makaroni mentah yang sudah dibeli sekitar 30 menit supaya makaroni chewy dan tidak keras

Ø  Kupaslah bawang, bersihkan kencur setelah itu cuci bersamaan dengan cabai

Ø  Blenderlah bawang, kencur, serta cabai dan diberi bumbu secukupnya

Ø  Tumislah bumbu tadi yang sudah diblender dengan makaroni, lalu diberi air dan ditunggu hingga matang

Ø  Letakkanlah didalam mika atau sterofoam box dan diberi topping

 

2.3 Tata Kelola

        Hal terakhir yang tidak boleh dilupakan ada tata kelola manajemen dalam sebuah bisnis. Selain bahan-bahan yang harus pintar dicarinya, manajemen keuangan juga harus dilakukan dengan teliti dan pintar supaya tidak ada kesalahan dan mencapai keuntungan yang baik.

2.3.1 Metode Pembayaran dan Penyebarluasan

           Penyebarkan info jualan ini dikarenakan makaroni basah adalah makanan yang harus dimasak terlebih dahulu, untuk di wa atau ig kita mengadakan po serentak dihari yang sama, untuk yang membeli langsung kerumah akan menunggu hingga matang, dan yang opsi terakhir adalah grabfood. Untuk metode pembayaran yang digunakan lebih seringnya adalah sistem cod, namun untuk mempermudah dan mempercepat pemrosesan kita membuka via transfer bank, dana, dan ovo.

2.3.2 Profit

          Untuk uang yang diperoleh akan dihitung tiap harinya dan akan dibandingkan dengan modal pengeluaran dengan apa saja yang dibeli. Untuk mengetahui jejak keuntungan sudah sampai mana akan dihitung kembali di akhir bulan dan dilakukan pentotalan sehingga nantinya akan diambil kesimpulan dan evaluasi bagaimana kinerja yang sudah dilakukan pada bulan tersebut.

 

 

 

2.4 Penunjukkan Gambar

      Dibawah ini adalah foto makaroni basah yang diambil setelah proses pemasakan selesai.




                                    

                                       

 

 

                                                                    Bab III

Penutup

 

3.1 Kesimpulan

        Setiap kalangan usia dapat menciptakan bisnisnya sendiri dengan branding yang diinginkan, yang penting dalam sebuah pembuatan suatu bisnis dipersiapkan secara matang dan telah melakukan proses riset yang baik dan teliti supaya jerih payah yang telah dilakukan tidak terbuang sia-sia sehingga bisa dinikmati dan disukai oleh banyak orang dan bisa mendapatkan keuntungan yang baik juga. Jangan pernah takut untuk mencoba apa yang belum terjadi. Dan apapun yang ingin dicoba juga harus berdasarkan sama yang disukai agar kedepannya bisa berjalan dengan lancer terus tanpa ada keluhan yang besar.

        Sebagai bisnis pemula jangan sampai cepat terbawa arus atau menyerah, karena hal itu bisa membuat parah bisnis yang mau coba dibentuk. Gapapa gagal diawal karena itu termasuk proses dalam penyocokan diri yang lama-lama bisa jadi terbiasa dan bisnis tersebut bisa jadi besar.

 

3.2 Saran

Jangan lupa untuk berikan ciri khas untuk bisnis yang akan dibuat supaya menjadi pembeda yang bisa dikenal oleh banyak orang



                            Daftar Pustaka

 

Referensi

 

https://www.ireappos.com/news/id/mari-mengenal-lebih-baik-konsep-franchisor/

https://www.mas-software.com/blog/waralaba-adalah

https://kamus.tokopedia.com/f/franchise/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar